in

Rahasia Marketing dari Pengedar Obat Terlarang

Belajar marketing dan content strategy dari drug dealer.

(Credit: Netflix)

Belajar marketing dan content strategy dari drug dealer.

Tidak perlu terjun langsung. Kita bisa lihat di serial seperti Peaky Blinders, Queen of the South, dan Hache. Hampir semua pengedar obat, memiliki dasar marketing yang kuat, bisa diskala, dan tidak menjadi perhatian publik.

Riset dan Harapan

Lakukan selalu riset. Apa yang diinginkan orang? Apa yang kamu tawarkan dari produk kamu, untuk mengatasi masalah orang? Mereka menjanjikan kesenangan instant, lepas dari kepenatan, mengembara dalam imajinasi tanpa butuh meditasi. Singkatnya, mereka punya janji yang sejalan dengan masalah hidup para pembeli. Mereka menjual “janji”.

Tidak dengan harga murah.

Kekuatan Cerita

Produk bisa sederhana. Hanya butiran pil berwarna putih atau biru. Mereka menjadi kuat karena para pengedar obat ini membawa cerita, menuturkan pengalaman para pemakai, tentang betapa nikmatnya produk mereka. Ada cerita di balik produk.

Mereka percaya kekuatan cerita. Mereka menyebarkan cerita dengan metode klasik: dari mulut ke mulut. Yang datang kepada mereka benar-benar organik, manusia sungguhan. Mereka bercerita tentang siapa saja yang pernah memakai obat ini. Tanpa perlu ngiklan di media sosial.

Behind the Scene dan Keunikan

Mereka mengerjakan produk dengan susah payah, demi kepuasan pembeli. Para penyedia obat ini menembus perbatasan antarnegara, menyelundupkan obat, melepaskan produk, membangun jalur distribusi, memilih orang-orang terpercaya, agar produk mereka sampai kepada pembeli.

Mereka menjual keunikan. Mereka berani mengadu obat mereka, dengan fungsi melepaskan kepenatan dan keliaran imajinasi, dengan produk lain yang berfungsi sama.

Tanpa keunikan, tidak ada harga mahal. Tanpa umgkapan kepuasan dari pemakai lain, iklan tidak jalan.

Merahasiakan Dapur

Mereka tidak menceritakan proses produksi. Merahasiakaj jalur distribusi. Tidak mempertemukan para pembeli. Tidak mau menyiarkan siapa saja yang mengkonsumsi produk ini. Data perusahaan mereka tidak diketahui publik.

Mengenal Karakter Manusia

Yang terakhir, mereka tidak hanya berbisnis menjual obat. Mereka memiliki waktu bicara santai, berpesta, menjauh dari keramaian sesekali, mendengarkan musik, makan di tempat berbeda, dll. Mereka manusia biasa yang harus tahu karakter manusia lain. Siapa kompetitor saya? Siapa yang bermain di produk yang sama. Ini pasar siapa yang pegang? Bagaimana tetap survive dan beradaptasi dengan peraturan yang mengekang bisnis mereka?

Bekerja Sambil Belajar

Mereka bekerja sambil belajar. Seseorang yang biasa, depresi, mudah oanik, dapat dikonversi menjadi pebisnis andal, dengan cara belajar sambil bekerja. Mereka me dapat tempaan keras, memperhitungkan resiko, berani melakukan adu fisik di jalanan (bertarung),

Ada banyak hal yang tidak bisa diajarkan secara lisan, atau di dalam kelas. Pelajaran terbaik bukan hanya soal skill. Pelajaran terbaik membutuhkan pengalaman, tindakan, dan lapangan.

Saya hanya ingin mengambil pelajaran baik. Bahwa dari karakter antagonis dan cerita dunia hitam di film, ada prinsip-prinsip bisnis yang bisa kita terapkan dalam dunia nyata.

Jika kamu menulis atau berbisnis, besiaplah berpikiran terbuka setiap saat. Kita bisa meraih nilai dari siapapun, sekalipun orang itu diberi label “jahat”.

Dalai Lama berkata, “Guru terbaik dalam toleransi adalah orang yang berbeda pendapat dari kita.”.

Ringkasan

Dari drug dealer, kita bisa belajar marketing dan content strategy:

  • Riset sebelum menulis. Kamu tidak bisa merevisi tulisan yang sudah beredar.Berikan nilai yang menjawab masalah pembaca. Beri orang harapan menuju hidup yang lebih baik.
  • Marketing menjadi lebih kuat dengan cerita. Yang terkuat, pemasaran dari mulut ke mulut, yang akan mendatangkan pembaca organik. Sekali kamu dapat 1 pembaca secara offline, ia bisa bawa orang lain di lingkarannya, untuk membaca dan membagikan tulisanmu.
  • Waktu dan jalur distribusi tulisan kamu, sangat berharga.
  • Ada dapur rahasia, ada keunikan dibandingkan dengan yang lain.
  • Kenali karakter manusia. Lakukan aktivitas lain, jangan menulis terus.
  • Bekerja sambil belajar.

Berpikiran terbuka akan membuat orang jahat memberikan rahasianya kepadamu. Berpikiran terbuka, membuat peluangmu lebih banyak, kamu bisa melihat dari sudut pandang berbeda, hal-hal yang selama ini dianggap biasa bagi orang lain. [dm]

Bekerja dengan Deadline

Mengakali Algoritma Pendeteksi Foto Duplikat di Facebook