dapur neraka

tinggal kita, di peraduan.
gelap dan cahaya, berdesakan di celah dahan.

sekeliling tak berdinding.
matamu mengerling.

kupu-kupu hutan hinggap di rambutmu,
menyampaikan salam bintang-bintang.

di hutan ini, aku batu, kau api.
seluruh alir-darah menghangat,
pelukan menjalar, menjalin akar bagi tanah.

tak ada yang lebih membakar,
selain malam dingin ini.

angin merapal mantera.
bulan sendiri menjamu pesta.

betapa tawar rasa darah.
cinta sedang menulis peta dan garis-darah.

kita berdua saja.
basah di dapur neraka.

[dm, 09.2020]