Gajah di dalam Ruangan

Mengatasi masalah besar yang tidak diketahui asalnya..

Pikiran, yang tak-terkendalikan, sering mengguncang kesadaran.

Kamu ingin melupakan gajah, lalu memejamkan mata, “Aku ingin melupakan gajah,” namun yang justru pertama terbayang adalah gajah yang sudah terlanjur masuk ke dalam pikiran.

Ada gajah di dalam ruangan. Tiba-tiba ia ada, begitu saja. Entah dari mana ia datang. Pintu sempit. Tidak mungkin gajah masuk dari pintu itu.

Kehadiran gajah, membuat ruang menjadi sesak. Ruangan ini, tempat orang bekerja, bukanlah habitat gajah. Semua orang panik. Mereka ingin gajah itu lenyap dari ruangan.

“Gajah di dalam ruangan”, elephant in the room, adalah ungkapan tentang masalah besar yang ada di depan mata, mengganggu semua orang, tidak tahu bagaimana masalah ini bisa muncul, tetapi mereka ingin satu hal yang sama: singkirkan gajah ini secepat mungkin.

Dan pasti, suara orang-orang di dalam ruangan itu tidaklah sama, tentang bagaimana cara menyingkirkan gajah dari ruangan ini.

Tiba-tiba, salaman berubah menjadi sentuhan kepalan tangan. Tiba-tiba, bicara berjauhan. Sekolah di rumah saja. “Gajah di dalam ruangan”, bisa menjadi penguji dadakan, memilih siapa yang bisa menyelesaikan masalah. Siapa yang kerja, siapa yang pergi, akan kelihatan. Siapa yang hanya pintar berbicara, siapa yang bisa mengatasi masalah, akan kelihatan. Mana yang melaju selambat kereta pengangkut tebu, mana yang secepat kereta api bertenaga listrik, akan kelihatan.

Setiap “masalah”, menentukan jenis pertarungan. Petarung sejati, menyukai “masalah”, karena akan mengantarnya ke banyak penyelesaian. “Masalah” bisa membuat petarung semakin kuat. Tetap senang berhadapan dengan permainan yang lebih ketat, lawan yang lebih tangguh.

Ini hanya “gajah”. Ruangan ini milik kita.

Buka pintu ruangan itu. Mungkin di sana, ada “gajah di dalam ruangan”. Mari kita selesaikan pertarungan ini. [dm]