in

Lingkaran Sempurna

Apakah aku pernah bercerita padamu tentang lingkaran sempurna?

Dulu aku mendapat pengertian tentang lingkaran sempurna. Jika ada sebuah titik pusat, lalu ditarik sebuah garis, dan garis ini di satu ujung terikat pada titik pusat tadi, sementara ujung lainnya berputar mengitari titik pusat tadi. jarak antara garis memutarnya, yang melengkung itu, ke titik pusatnya : sama persis.

Sebuah lingkaran sempurna.

Luasnya, kelilingnya, bisa dihitung dihitung berdasarkan perkiraan, berdasarkan peran bilangan pi.

Garis tidak memiliki ketebalan, titik tidak memiliki diameter. Garis adalah garis, titik adalah titik.

Lingkaran sempurna ini, tidak pernah bisa kamu gambarkan wujudnya dengan sempurna. Jika kamu membuat lingkaran seperti yang aku gambarkan tadi, kamu tetap membuat garis yang bisa dilihat, titik yang bisa dilihat pula.

Jadi, kamu bicarakan lingkaran sempurna, namun tidak bisa melihat wujud-nya yang “sempurna” (sebagaimana definisi lingkaran sempurna) tanpa memperlihatkan yang tak sempurna (garis dan titik yang kamu gambar).

Tanpanya, kamu tidak mengenal kesempurnaan sebuah lingkaran.

Lingkaran sempurna,, ada sebelum lingkaran tak-sempurna. dari “lingkaran” dan rumusnya itu,

Kamu mengenal roda, kincir, peluru, kacamata, dan segala yang berhubungan dengan lingkaran.

Apakah roda itu lingkaran sempurna? Apakah lingkaran uang koin logam itu sebuah lingkaran sempurna? Tentu tidak. Apakah bundarnya mata gadismu mewakili lingkaran sempurna? Tidak sama sekali.

Aku tidak berbicara tentang apa atau siapa menciptakan apa, ataupun apa berasal dari apa. Tidak sejauh itu.

Aku hanya bicara bagaimana hal-hal di sekitarmu kadang terhubung dengan konsep sederhana, tentang bagaimana lingkaran di pikiranmu itu meng-ada, menjadi perwujudan lingkaran-lingkaran lain di sekitarmu.

Segala yang terhubung di sekitarmu, adalah hubungan, pantulan, dan fungsi dari pikiranmu. Sebuah lingkaran sempurna, dalam bentuk tak-sempurna.

Jika kamu mengerti bagaimana lingkaran sempurna dibuat dan dihitung,, kamu akan sampai pada segala yang berbentuk lingkaran.

Banyak benda tercipta, kita pahami, dan terbayangkan, karena gagasan tentang lingkaran sempurna.

Seperti itulah bahasa. Begitulah metafora. “Metafora” adalah metafora dari metafora. [dm]

What do you think?

Penulis Puisi Tidaklah Puitis

tentang Soulmate