in

Memahami Resiko dan Reaksi, dari Kasus Togel

Mengapa orang membeli togel? Dari pertanyaan ini, mari mengulas resiko dan reaksi.

Televisi yang bisa menyala dengan energi panas-matahari. Mengatasi pesan yang dialirkan di bawah sadar. Melihat pesan togel di balik tindakan konsumsi di sekeliling kita

Kalau beli 2 angka buntut, peluang dapatnya 1/100, namun hasilnya bisa berlipat 64 kali. Beli 1000 rupiah untuk 2 angka buntut, berarti kalau dapat bisa menjadi 64.000 rupiah. Rumusnya sederhana, janji meyakinkan.

Menurut perhitungan matematika, peluang ini menurun. Semakin bertambah angka (dari 2 sampai 6 angka) peluangnya semakin kecil. Menurut probabilitas, permutasi, dan kombinasi, dalam ilmu matematika, hanya ada satu saran: tidak usah bertaruh. Sudah jelas, bandar 99% menang.

Orang tetap membeli. Siapa tahu dapat. Dan sejak awal, judi togel tidak berdasarkan analisis keuangan dan pendapatan yang rasional, dari sisi pemakai. Emosi dan peluang dimainkan, pembeli togel berdatangan.

Mengapa mereka melakukan taruhan pada sesuatu yang tidak pernah sejalan dengan tebakan mereka?

Orang diberi dophamine, pengalir-pesan ke otak, dirangsang sarafnya: pikirkan peluangnya, putuskan untuk membeli, dan bayar uangnya.

Pikirkan, ambil-keputusan, dan bayar.

Mimpinya: kebahagiaan dalam waktu singkat, tebakan benar, dapat hadiah besar, dengan modal kecil.

Apalah artinya seribu rupiah, sekali dua kali coba.

Dengan cara serupa, sekeliling kita penuh orang yang “gambling” sebagaimana logika para pembeli togel.

Milyaran orang yang membawa smartphone di kantong mereka. Smartphone adalah mesin yang teroptimasi, teruji, dan bisa merespon panggilan. Setiap ada panggilan, klik sesuatu di browser, membuka iklan secara tak-sengaja, setiap kali pula pulsa dan data kita berkurang.

Terus dan terus, lagi dan lagi.

Ada dering, notifikasi group reuni SMP, atau broadcast sampah, kita kehilangan waktu dan uang lagi. Menggerutu atau tidak, perhatian, waktu, dan data berkurang. Kita sudah memilih, mengantongi smartphone itu, dan membiarkan-diri tetap membayar dan membayar lagi.

Sudah menelepon hari ini?

Sekali mengetikkan sesuatu di Google, itu berarti Anda membiarkan mesin menyala, dengan listrik, mengkonsumsi energi. Lengkap dengan dampak krisis energi. Ada yang beruntung, sudah pasti ada yang dirugikan.

Saat Anda menuliskan sesuatu, entah bagus ataupun buruk, kalau dia hadir di beranda dan di-klik orang, sebenarnya Anda sedang menarik perhatian. Mereka bisa tertawa senang membaca tulisan Anda, memblokir link itu kalau tidak suka, membagikan, dan membincangnya. Anda seorang bandar, yang menulis. Anda berada di dalam bingkai bernama Facebook, blog, dan lain-lain, yang juga mendapatkan keuntungan dari penayangan tulisan Anda di website.

Para pembaca punya reaksi yang hampir pasti. Jika selama 4 detik tidak bisa membuat mereka berpikir untuk mengambil keputusan membaca, mereka akan meninggalkannya. Atau membayar Anda.

Terus dan terus, lagi dan lagi.

Tingkah-laku, aksi-reaksi, terjadi terus-menerus. Mereka membaca, Anda menulis. Atau sebaliknya. Tentukan sendiri. Pilih sendiri.

Banyak hal bisa terjadi saat Anda menerima telepon, mengetik kotak search, dan menulis. Semua ada reaksi dan resiko yang menyertai, namun bisa diperhitungkan, tidak seperti bertaruh judi togel.

Pasang taruhan di sini. [dm]

What do you think?