in

Mengambil Keputusan

Daftar periksa dari ringkasan metode para ahli, dalam mengambil keputusan.

Hampir setiap hari, orang mengambil keputusan: membaca informasi, memilih menu makanan, nanti mau ke mana, setelah ini apa, dst. Keputusan yang melibatkan orang lain, masa depan, dan finansial, membutuhkan pemikiran matang.

Kebanyakan keputusan yang kamu ambil, berupa microdecision, tak-tersadari, dan berdasarkan pengalaman, atau dari pengaruh orang lain. Memang, tidak ada keputusan yang terbebas sepenuhmya dari bias kognitif.

Berikut ini, daftar periksa untuk meminimalkan bias dalam pengambilan keputusan.

☐ Tidak hanya berdasarkan pengalaman lama. “Pengalaman adalah guru terbaik bagi orang bodoh.”. Sekalipun pengalaman kamu “kemarin” menghasilkan keputusan baik, lakukan perbaikan. Menggunakan pengalaman yang sama, berarti tidak ada perubahan dalam keputusan “sekarang”.
☐ Tidak berdasarkan “metode terbaik”. Sesuaikan konteks ruang dan waktu.
☐ Tidak “menurut orang lain..”
☐ Uji-ulang sebelum menjalankan metode ini
☐ Ini “decision“, bukan “micro-decision
☐ Ini “rasional”, bukan “emosional”. Sebagian besar keputusan, terjadi secara emosional.
☐ Ini “sadar”, bukan “sub-sadar”
☐ Utamakan yang “penting” (important) sekaligus “mendesak” (urgent). Matriks Eissenhower
☐ Prediksi kerugian dan bahaya paling minimal
☐ Kalkulasi realistis, perhitungkan semua kemungkinan, dan singkirkan optimisme-buta
☐ Bukan didorong rasa senang atau benci
☐ Melewati eksplorasi perbedaan pendapat
☐ Kamu membuatnya dalam keadaan tidak sedang mabuk, tidak di bawah pengaruh psikotropika, tidak sedang ditodong dengan senjata
☐ Iblis dan pikiran buruk sudah menasehati saya
☐ Diagnosis tidak berdasarkan [satu] analogi
☐ Bukan karena informasi yang cocok bagiku
☐ Punya sistem-uji informasi akurat dan detail
☐ Review dokumentasi, bukan berdasarkan ingatan
☐ Ada rekomendasi berupa alternatif kredibel, bukan hanya “katanya..”.
☐ Berbasis data riset, bukan asumsi
☐ Ada usulan hanya menggarisbawahi? Lewati. Utamakan pendapat baru, bukan sikap setuju tak-setuju.
☐ Dahulukan holakrasi sebelum konsensus dan voting
☐ Bebas dari anchoring
☐ Ada penilaian, namun bukan penghakiman (judgement)
☐ Tahu dari mana angka ini berasal
☐ Tahu bagaimana data ini terbentuk
☐ Berdaulat, tidak disetir kepentingan orang lain atau lembaga lain
☐ Kalau salah-jalan dan semakin rugi, lebih baik berbalik arah agar tidak ada kerugian lebih parah
☐ Buang “penguatan komitmen” yang bodoh. “Saya siap..”, “Saya pasti bisa..”, tidak perlu diucapkan di depan, sebelum tahu gambaran masalahnya seperti apa.
☐ Saya sudah melihat keputusan salah dari masa lalu. Keputusan buruk menghasilkan pengalaman baik. Pengalaman buruk menghasilkan keputusan baik. Jangan terlalu mengandalkan pengalaman.
☐ Tidak percaya-diri berlebihan
☐ Pakai daftar-periksa (checklist), lebih mudah
☐ Benar, saya punya pesaing, saya menyadarinya. Tidak jarang, keputusan memang dibuat karena persaingan
☐ Tahu kapan peraturan-lama boleh dilanggar dan dalam konteks apa
☐ Tidak ada masalah-teknis mendasar
☐ Bisa antisipasi hal yang lebih buruk daripada ini.
☐ Saya melihat “pintu keluar” jika keputusan ini berakibat buruk
☐ Efek resiko positif, seimbang dengan hasil
☐ Saya melihat kemungkinan 10 menit, 10 hari, 10 bulan, dan 10 tahun ke depan
☐ Keputusan saya bisa salah dan tidak sempurna.l
☐ Keputusan ini harus diambil sekarang

Day Milovich,,

✂ – – – – –

What do you think?

3313 points
Upvote Downvote