in

Pertanyaan Sebelum Menuliskan Paragraf

Mencapai kesatuan gagasan, koherensi, dan penekanan dalam paragraf. Dan cara menganalisis paragraf.

Pertanyaan ini, sering diajukan dalam workshop menulis dan penulisan akademis, “Bagaimana membuat kesatuan, koherensi, dan membuat penekanan dalam paragraf?”.

Tidak mudah, namun saya bisa tunjukkan caranya. Saya tidak memberikan penugasan apa-apa, namun saya menjamin, setelah membaca tulisan ini, kamu akan lebih mudah menuliskan paragraf. Dalam cerita maupun tulisan akademis.

tentang Kesatuan, Koherensi, dan Penekanan

Kesatuan (Unity)

Semua ide dalam paragraf tidak saling bertentangan.

Dengan cara bagaimana? Ada 1 topik, membatasi pembahasan di paragraf ini hanya pada 1 topik itu, punya 1 gagasan utama dalam kalimat utama. Dengan kalimat lain, 1 paragraf hanya untuk mengatakan 1 gagasan. Jadi, pertanyaan sebelum menulis atau ketika editing: “Paragraf ini mau bicara apa?”. Ubah gagasan yang mau dikatakan ini, menjadi kalimat. Misalnya, di paragraf ini saya ingin mendefinisikan “gaslighting” menurut Britannica. Ya, sudah.. kutip Britannica pada definisi “gaslighting”. Itu artinya, 1 paragraf kamu berisi 1 gagasan. Tanpa penjelasan lain.

Koherensi (Pemahaman)

Ide paragraf dihubungkan dengan logika dan keteraturan (order).

Koherensi ditunjukkan dengan: transisi (peralihan), referensi kata-ganti (pronoun), pengulangan kata-kata kunci, sinonim, kata-kata terkait, dan struktur paralel. Bayangkan, kamu menulis sebuah kalimat yang berfungsi sebagai ringkasan per paragraf. Kemudian, baca lagi ringkasan itu. Apakah dari awal sampai akhir, ringkasan paragraf kamu ini berhubungan?

Tentang cara menghubungkan paragraf, baca: Membuat Hubungan Antarparagraf

Penekanan (Emphasis)

Harus ada kalimat utama yang bisa disorot pembaca. Sebaiknya, letakkan kalimat utama di awal paragraf. Bisa juga di akhir, atau awal-dan-akhir.

Untuk membaca-sekilas (metode scanning), kamu hanya perlu mencari kalimat utama.

Bayangkan, ketika menyunting paragraf, kira-kira kalimat mana yang ia anggap paling penting dan bisa diberi highlight dalam paragraf ini?

Paragraf “Naratif dan Deskriptif” vs. Paragraf “Eksposisi dan Argumentatif”

Bedakan antara “cerita” dan “tulisan ilmiah”.

  • Cerita (Story). Fiksi sering memakai bentuk paragraf “naratif dan deskriptif”. Kadang tidak jelas mana kalimat utama dalam paragraf fiksi.
  • Tulisan Akademik. Seperti jurnal ilmiah dan paper, sering memakai bentuk paragraf “eksposisi dan argumentatif”.

Bukan berarti ini pemisahan fiksi dan ilmiah.

Paragraf yang sering dibaca orang biasanya pendek (2.5-3 kalimat) atau sedang (4-7 kalimat).

Pertanyaan Sebelum Menuliskan Paragraf

Ketika kamu bertanya, “Paragraf saya ini mau bicara apa?”, hubungkan dengan daftar berikut:

  • Cara, langkah-langkah, atau proses.
  • Komparasi (pembandingan) dan kontras, di antara 2 hal atau lebih.
  • Deskriptif. Tunjukkan, jangan katakan.
  • Penjelasan (explanatory).
  • Naratif (bercerita). inti bercerita adalah: terdapat alur (plot, kronologi) dan konflik.
  • Klasifikasi, hirarki, sistematika, pembagian.
  • Persuasif. Membujuk dan mengajak. biasanya ada CTA (call-to-action).
  • Definisi. Pengertian, batasan, leksikon, apa kata ahli dalam hal ini.
  • Evaluasi, revisi, pemeriksaan, penyangkalan, menyanggah.
  • Masalah dan Solusi. Question and answer (QA).
  • Ringkasan.
  • Analisis.
  • Review.
  • Opini. Menuliskan pendapat.

Pilihlah sembarang paragraf, kemudian cocokkan dengan daftar di atas, jika ada yang belum masuk dalam daftar, silakan tambahkan sendiri. [dm]

cover atomic habits james clear

Bertambah 1% Lebih Baik Setiap Hari dengan Atomic Habits James Clear

Menerjemahkan Emosi Menjadi Adegan Visual