in

Membaca Perubahan Sosial dalam Serial “Mr. Robot” Season 3

Sam Esmail masih mengemas film ini dengan efek-efek retro: glitch, noir, noise, dan cut-to, dengan irama permainan yang mirip “rock”. Adegan hacking, dirancang dengan teliti, tidak mengelabui penonton dengan animasi flash (seperti yang terjadi pada film-film fantasi). Menonton “Mr. Robot”, seperti merasakan tahun 1980-an, namun teknologi mereka sudah melampaui zaman media sosial.Adegan “layar komputer” terjadi sekilas namun berdasarkan pertimbangan matang. Ada banyak situs yang mengulas bagaimana cara hacking seperti di serial “Mr. Robot”. Selain itu, “Mr. Robot” tempatnya quote keren. Saya memasukkan salah satu quote itu, di “Tentang Saya” di akun Facebook.

Singkat cerita, pada season sebelumnya, Elliot dan sindikatnya, berhasil mengenkripsi data E-Corp (Evil Corporation). Data nasabah, utang-piutang, transaksi, dll. semuanya terenkripsi, tidak bisa diakses. Seperti rencana semula, Elliot mengira perusahaan ini akan tumbang. Ternyata tidak.

Sudah ada pihak asuransi. Ada mitra dari China yang menawarkan “pemulihan” (recovery), asal dikasih akses backdoor, password root, dll. Evil Corp masih kaya, kalau mau menjadi boneka. Evil Corp masih punya strategi “pintu keluar” dari kekacauan, yang selalu dimiliki para bankir.

Memang terjadi kekacauan ekonomi. Uang kontan jutaan dollar dibakar. Utang-piutang tak-terselesaikan. Dan datanglah cryptocurrency (fyi, BitCoin bukan satu-satunya mata-uang berbasis kriptografi). Namun E-Corp bukanlah “seseorang”, bukanlah “sistem” yang monolitik. E-Corp sudah bermain di mana-mana, terbiasa menutup kasus-besar dan beruntung dalam setiap penderitaan finansial. Dia punya “cover story”, istilah dalam dunia politik yang berarti “berita yang menutupi fakta sebenarnya.”. E-Corp sangat pintar menulis-ulang fakta dan bikin sejarah baru.

Apa yang terjadi setelah kamu menumbangkan rezim politik-ekonomi yang jahat? Sebuah pemerintahan yang dijalankan dengan manajemen perusahaan, yang menghisap rakyatnya?

Elliot melihat kawan-kawannya diburu dan dibunuh. Musuh besarnya, Dark Army, yang radikal itu, terus memburu pula. Darlene, masih dipandang “bocah” oleh FBI dan musuh-musuhnya, namun justru ditekan untuk menjebak abangnya sendiri. Darlene, selama ini yang melakukan rekruitmen, menyiapkan infrastruktur, dan mengeksekusi konsep perubahan yang ditawarkan Elliot, namun, Darlene tidak memiliki jiwa “leader” (pemimpin). Darlene tidak berani melanggar permainan, selalu bisa ditebak, serta terikat dengan banyak kesepakatan. Elliot tidak demikian.

Elliot berhadapan dengan banyak masalah. Dia sibuk menormalisasi dirinya sendiri, seperti biasa. Bahkan meminta bantuan adiknya, Darlene, untuk menjaga kepribadiannya. Bukan rahasia, Elliot terkena skizofrenia, bukan sekadar split personality (kepribadian-ganda). Elliot terpisah dari masyarakat. Elliot meniadakan masyarakat sampai ke level nol. “f-society”, organisasi hacker yang dibentuknya, kepanjangan dari “Fuck Society”, yang mempersetankan keberadaan masyarakat.

Elliot benar-benar terdesak ada sebuah pertanyaan yang semakin mengerucut, “Lalu setelah perubahan ini, apalagi?”. Apa yang terjadi setelah “perubahan ini”, kalau ternyata nggak ngefek di tingkat bawah?

Elliot menyaksikan yang sebaliknya. Orang-orang bertikai. Menjadi pencuri di swalayan. Masyarakat yang menyalahkan FBI, CIA, dan Evil Corp. Masyarakat, dalam transisi ini, adalah masyarakat yang dipaksa menerima fakta-fakta baru dari media dan informasi yang sudah terbeli dan dikuasai Evil Corp. Seperti perusahaan raksasa lain, Evil Corp sedang menulis-ulang sejarahnya sendiri. Masyarakat yang dipaksa memperlihatkan sifat buruk mereka: bertikai, #bersikap untuk saling-tentang dengan sekitar, riuh di media sosial, memasuki terapi-terapi alternatif, skeptisisme-radikal, ragu akan kekuatan persatuan, dan mengutuk para politikus!

Masyarakat dalam kondisi “safe mode”, sebuah kondisi di mana sistem komputer mengalami kegagalan lalu dipaksa untuk restart dan memasuki “modus aman”. Tidak ada startup, tidak ada antivirus, dan tampilan buruk. Dalam “safe mode”, keinginan main game terpaksa dihentikan. Kondisi “safe mode” membutuhkan dua pilihan: “perbaiki” atau “install-ulang”.

Namun, Elliot memiliki mental leader. Dia tidak pernah menyerah.

Dia mendapatkan pertanyaan besar dari Angela Moss, pacarnya, yang tak mau dia cium. Angela tidak mencintai orang yang mencintainya, dia mencintai orang yang tidak mencintainya. “Begitulah modus penghematan energi Angela,” kata Elliot dalam batin. Angela bertanya, “Maukah kamu melakukan tindakan, yang bisa membuat semua perubahan ini tidak pernah terjadi?”.

Pertanyaan Angela mirip orang-orang yang ragu pada kekuatan perubahan, sama seperti orang-orang yang membandingkan zaman sebelum reformasi 1998 dengan zaman sekarang. Angela percaya pada stiker, “Enak jamanku, to?”. Angela tidak menyediakan jawaban. Angela ingin menekan tombol “Undo”.

Elliot menjawabnya. Elliot berpikir keras. Persoalannya, menekan tombol “Undo” itu #bentuknya seperti apa? Bukan memasuki mesin waktu, kembali ke masa lalu. Bukan dengan meninggalkan hiruk-pikuk politik dengan apatisme tingkat dewa, “Yang penting bagi rakyat itu harga-harga turun..” Kwkwkw.. Bukan begitu mental Elliot.

Elliot memilih jalan pahit: menjadi pegawai Evil Corp.

Dia melihat ekspresi dan perbincangan manusia yang sudah direduksi menjadi: emoticon, gif, singkatan, screenshot, voice note, dan seragam. Dia mau masuk ke Divisi Pemulihan Data. Dia memasuki sistem yang telah dibekukan datanya itu, lalu pada saat yang sama, dia singkirkan orang-orang yang menjadi parasit di tubuh Evil Corp. Pegawai Evil Corp yang menjual data kepada asing, yang melecehkan karyawan lain, yang menggelapkan dana (koruptor), dia sikat satu per satu. Kalau Evil Corp tetap hidup, biarlah dia hidup dengan orang-orang baru yang bersih, dan memulai transparan. Optimisme harus tetap ada.

Elliot telah membekukan data, tanpa tahu akibat buruknya: kekacauan ekonomi, pertumpahan darah, dan kawan-kawannya menghilang, memilih jalan aman. Elliot memperbaiki dengan menekan tombol Undo, untuk membatalkan hal-hal buruk, dengan merestart-ulang Evil Corp pada kondisi yang lebih baik.

Elliot bukan Kepala Bagian, bukan orang penting, bukan hacker yang ikut kontes dunia. Dia seseorang yang memiliki visi tentang perubahan, dan tidak pernah berhenti mewujudkan impiannya: masa depan bisa menjadi lebih baik.

Visi inilah yang menakutkan Evil Corp, Dark Army, Tyrell Wellick, dan para hacker lain. Visi inilah yang membuatnya bisa mengendalikan sosok bapak, yang dipanggilnya.. “Mr. Robot”, yang sebenarnya adalah dirinya sendiri.

Hello, Friends.. My Friends..[md]

 

What do you think?