in

Rahasia Riset Keyword

Riset keyword dulu sebelum menulis. Agar tulisanmu bisa di halaman 1 pencarian Google. Pakai aplikasi 100% gratis.

Hal yang sangat penting dilakukan agar content website menjadi di halaman 1 pencarian Google adalah dengan melakukan riset keyword.

Tujuan Riset Keyword

Tujuan riset keyword, untuk:

  1. Melihat volume pencarian di Google (ini berarti tingkat-persaingan);
  2. Siapa yang [sudah] berada di halaman 1 hasil pencarian, dan menemukan apa saja kata-kunci terkait.

Jika Tidak Riset Keyword ..

Kalau tidak melakukan riset keyword, ini yang akan terjadi.

  1. Kita tidak tahu, siapa kompetitor di keyword ini.
  2. Tidak tahu bagaimana cara mengoptimasi content, agar dibaca Google.

Harap diingat, setiap tulisan di website memiliki 2 jenis pembaca: manusia (pembaca website) dan mesin pencari (terutama, Google). Jika tidak dioptimasi sejak awal, maka tulisan tidak muncul di Google, tidak terjangkau pembaca.

Proof of Concept

Berikut ini bukti bagaimana di beberapa keyword, tulisan saya berada di Page 1 hasil pencarian Google.

Keyword “recording video dengan android”.
Keyword “forensik foto digital”.
Keyword “menulis catatan harian”.

Sekarang, mari kita mulai jalankan riset keyword.

Install Keyword Surfer di Google Chrome

Ada banyak perangkat riset keyword, namun saya rekomendasikan Keyword Surfer.

Install Keyword Surfer
https://chrome.google.com/webstore/detail/keywordsurfer/bafijghppfhdpldihckdcadbcobikaca

Keyword Surfer sendiri adalah sebuah extention yang terdapat di dalam browser Google Chrome yang berfungsi untuk me-riset keyword. Tujuannya untuk melihat volume pencarian dan domain authority. Keyword surfer dapat diunggah secara gratis, tidak perlu sign-up (mendaftar), dan terpercaya. (Image: https://i.imgur.com/NJCDIIA.png)

Install keyword surfer. Kalau mau memakai keyword surfer, pastikan kamu tidak sedang menggunakan aplikasi pengubah ip address atau proxy di browser, agar hasil pencarian tetap di country ID (Indonesia).

Kelemahan Mencari Keyword Terkait di Google

Cara ini sering dilakukan, tetapi hasilnya buruk. Orang melihat keyword terkait dari apa yang ada di Google.

Buka Google, ketik keyword yang ingin kamu menangkan di Google.

Misalnya, saya ingin menulis postingan tentang “menulis catatan harian”. Ini berarti keyword yang ingin saya menangkan di Google.

Setelah itu, ketik lagi keyword itu, tanpa menekan enter. Tujuannya, untuk melihat kata kunci terkait “menulis catatan harian”.

Hasilnya seperti ini:

Related Keyword

Related keyword. Tanpa tekan-enter, ketemu keyword-terkait. (Image: https://i.imgur.com/pokkOe7.png)

Metode ini mudah dan ampuh, namun kelemahannya satu: kamu tidak tahu berapa volume pencarian pada masing-masing keyword-terkait. Itu sebabnya kamu perlu install Keyword Surfer.

Cara Melakukan Ini di Android

Jika ingin menginstall ekstensi “Keyword Surfer” di android maka disarankan menggunakan aplikasi android bernama Kiwi Browser.

Install Kiwi Browser
https://kiwibrowser.com/

Peta Lengkap Hasil Pencarian

Peta lengkap hasil pencarian Google, terlihat seperti ini:

SERP. Search Engine Result Page. Memperlihatkan hasil: siapa yang mendominasi pencarian dan muncul. Halaman ini yang membuat orang klik dan buka hasilnya. (Image: https://i.imgur.com/8QsXHkb.png)

Legenda:

1. Keyword yang diketikkan. Pilih keyword panjang (terdiri 2-4 kata) dan sering dicari orang.
2. Volume pencarian per bulan. Semakin tinggi volume, semakin tinggi persaingan.
3. Harga iklan per klik. Jika menggunakan AdSense.
4. Kompetitor utama di keyword ini. Lihat dan pelajari, mengapa mereka muncul di halaman 1 pencarian Google.
5. Ide keyword, kata-kunci terkait, volume. Jadikan ini sebagai “subjudul” atau bagian tulisan kamu.
6. Tabel korelasi antara traffic, kata, dan kata-kunci. Ini bukti bahwa pencarian dan visit tinggi bukan lagi faktor utama kemenangan di halaman 1 pencarian Google.
7. Knowledge graph. Hanya yang terkenal dan teroptimasi, yang bisa muncul di knowledge graph. Tentu saja kita bisa membuat seperti ini.
8. Urutan halaman. Jangan lupa klik halaman 2, 3, 4, untuk melihat siapa saja yang berpotensi menang.
9. Kamu koneksi dari sini. Yang penting, jika mau menuliskan berita lokal, jangan gunakan aplikasi proxy, agar hasil pencarian lebih relevan.

Jika sudah melihat volume pencarian, kira kira kita tahu, seberapa ketat tingkat persaingan kata-kunci itu. Nanti lama-lama akan tahu mengapa perlu melakukan riset keyword. Setelah fokus keyword yang kita mau sudah ditemukan, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencari kata kunci terkait. Ini yang nantinya akan kita buat sebagai bahan subjudul dan konten.

Misalnya, dalam contoh kali ini saya ingin menulis “menulis catatan harian” maka menurut google, kata tersebut akan berkaitan dengan:

  • aplikasi catatan harian
  • cara menulis catatan harian

Jadi, keyword terkait ini, akan kita pakai di dalam tulisan, terutama di Sub Heading.

Keyword Sheeter

Cara cepat untuk mendapatkan keyword-terkait adalah dengan menggunakan Keyword Sheeter.

Bisa memproses 1 keyword atau lebih, menjadi kata kunci terkait dan hasilnya bisa di-export.

Keyword Sheeter
https://keywordsheeter.com/

Keyword Sheeter untuk meng-generate keyword-terkait.

Mencari hubungan 2 keyword: “cara membuat kopi” dan “kafe kopi kota lama semarang”. Banyak ide tulisan bisa didapatkan dari sini. (Image: https://i.imgur.com/12Q5ntw.png)

Keyword Sheeter hasilnya bisa di-export.

Temukan hasil pemrosesan keyword terkait kemudian export hasilnya untuk dipilih. (Image: https://i.imgur.com/FLZT87e.png)

Keyword Sheeter berfungsi untuk meng-generate 1 kata kunci menjadi beberapa kata kunci terkait dan dapat menghubungkan 2 kata kunci.

Studi Kasus Tulisan

Sekarang kita akan mencoba sebuah project, yaitu, meliput kedai kopi modern di Kota Lama Semarang.

Tujuannya, agar tulisan ini bisa menjadi “panduan” bagi para pelancong jika mereka punya waktu 2 jam di Kota Lama Semarang.

Kita mentarget 7 kafe modern di Kota Lama Semarang, di mana mereka nanti mau ngiklan. Bisa berbentuk adlibs, banner, atau tertanam di dalam tulisan.

Jadi, walaupun usaha mereka sama, tetapi kita buat sebuah tulisan panjang, tanpa membuat mereka “crash” karena bergerak di usaha yang sama. Ini bisa dilakukan.

Urusan memetakan, wawancara, dan nyepik untuk iklan, pasti kawan-kawan sudah selesai. Saya hanya akan tunjukkan “frame” untuk menempatkan semua kepentingan dan bagaimana content yang bisa kita rancang.

Jadi, ini yang akan kita lakukan:

  • Menentukan “value proposition” tulisan ini. Kita tidak menawarkan sesuatu yang biasa-biasa saja. Kita menawarkan liputan-bersama yang mendalam dan belum pernah ada.
  • Ubah tawaran nilai menjadi kalimat. “Tawaran nilai” di balik tulisan ini kita terjemahkan menjadi sebuah kalimat: “Liputan mendalam sebagai panduan lengkap bagi wisatawan lokal yang berkunjung di Kota Lama Semarang agar mereka mengenal 7 cara penyajian kopi secara modern, dari 7 kafe di Kota Lama Semarang”.
  • Tentukan siapa pembacanya. Pastikan, kalimat ini spesifik. Jelas siapa pembacanya, yaitu orang yang malu-malu bertanya apa artinya V60, espresso, dan tidak tahu bagaimana kopi di menu ini disajikan. Orang yang sengaja datang untuk mencoba kopi yang disajikan secara modern. Dan mereka ini berduit.
  • Berikan lokalitas. Lokalitas itu penting. Jika spesifik “Kota Lama Semarang”, berarti bisa menjadi perbincangan, akan mudah ditemukan di Google Maps, dan ada di dekat mereka. Dan jangan lupa, ada target komersial di balik tulisan ini.

Kita punya sesuatu yang ditawarkan kepada 7 kafe modern di Kota Lama Semarang. Kita bekerja sama dengan mereka. Hambatan di depan, pasti ada.

Mana mungkin mereka mau ditampilkan di halaman sama? Bukankah mereka menggeluti bisnis sama (kafe modern)? Tentu saja mau, tergantung cara kita mengemas tulisan. Dalam sebuah pameran mobil, atau pameran batik, misalnya, kita menemukan sekumpulan pengusaha yang bergerak di bidang bisnis yang sama tetapi mau mengisi stand pameran bersebelahan.

Yang perlu kita pikirkan adalah, apa yang bisa menjembatani “gap” ini. Berpikirlah dengan cara yang lebih sederhana. Dalam tulisan, kita hanya ingin menuliskan “7 cara menyajikan kopi secara modern,” namun dengan tambahan, yang menceritakan caranya adalah 7 kafe di Kota Lama Semarang.

Lakukan riset keyword “kafe di kota lama semarang” dan keyword terkait.

Buat Outline dari Wikipedia

Membuat outline untuk tulisan. Kita bisa gunakan Wikipedia. Mari melihat keampuhan outline di Wikipedia.

Search topik yang akan kamu tulis, dengan Wikipedia

Gunakan WIkipedia untuk membuat outline. (Image: https://i.imgur.com/AmF17J3.png)

Search dengan Wikipedia tentang “coffee”. Ingat, tujuan kita untuk membuat outline tulisan. Biarkan dalam format berbahasa Inggris, karena “entri” tentang “kopi” lebih lengkap di Wikipedia berbahasa Inggris. Nanti bisa kita translate di Google Chrome.

Kita mendapatkan daftar isi “Coffee” yang bisa kita pakai untuk outline di tulisan kita tentang “cara membuat kopi”.

Pilih outline yang relevan dengan topik yang akan kamu tuliskan. (Image: https://i.imgur.com/BUe0XUz.png)

Algoritma google yang baru, menomorsatukan konten. Tidak peduli berapa banyak yang membuka, setinggi apa trafficnya, kalau konten tidak dioptimasi, tetap saja akan kalah melawan web baru.

Tips Editing Content

  • Masukkan focus keyword sebagai judul
  • Buat cerita seperti di tulisan feature (berita-cerita). Cerita bisa membingkai kejadian, membuat orang cepat ingat, dan menyentuh emosi pembaca. Jadikan ini 2-3 paragraf.
  • Andalan terbaik untuk membujuk orang: buatlah janji, nyatakan nilai (kegunaan) tulisan ini secara eksplisit. Ini adalah pemicu yang membuat orang ingin membuktikan. Orang tertarik jika kamu bisa tunjukkan tulisan ini memiliki signifikansi (penting) dan bisa menyelesaikan masalah terberat mereka.
  • Gunakan keyword-terkait sebagai subheading dengan format H3 dan H4. Jangan memakai format H1 untuk heading.
  • Jadi, ketika Google dan mata manusia melakukan scanning (bacasekilas).
  • Optimasi gambar ke 800x450pxl. Sebelum upload, beri nama file dengan keyword.
  • Buat kutipan dari buku. Ini menaikkan keunikan artikel.
  • Kamu harus punya 3 gagasan utama. Jangan lebih. Misalnya, dalam tulisan “Menulis Catatan Harian Mulai Sekarang”, saya hanya memakai 3 gagasan: 1. Media sosial tidak bisa kamu perlakukan sebagai catatan harian. 2. Menulis catatan harian itu penting, caranya: bisa dengan buku kertas, bisa juga pakai aplikasi. 3. Apa saja yang bisa dituliskan.
  • Orang yang ingin melakukan saran kita, selalu bertanya, “Saya bisa mulai dari mana?”. Berikan cerita dan tunjukkan betapa mudahnya ini dilakukan. Kalau perlu, tunjukkan kerumitan dan detail, masalahmasalah yang bisa terjadi, namun perlihatkan betapa mudahnya mengatasi masalah berat itu.
  • Tuliskan call to action (ajakan) di akhir tulisan.

Mulailah melakukan riset keyword dan optimasi content agar menang di halaman 1 hasil pencarian Google. [dm]

Day Milovich,,
Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Semarang.

What do you think?

3422 points
Upvote Downvote