in

Stop Meniru Proses Orang Lain

Kamu tidak mencapai “ketidakmungkinan” jika hanya mencoba hal-hal biasa, apalagi dari orang lain.

Mencatat proses, tiru dan perbaiki (copy, modify), uji dan ukur. Ulangi sampai semakin baik dan mencapai titik optimal. Kebanyakan orang, menyukai pola ini.

Kita melihat pola yang sama, diterapkan dalam “proses desain”, “pembelajaran di kelas”, “menulis kreatif”, dll. Perulangan untuk perbaikan, intinya itu. Produk dari pabrik, menggunakan formula proses yang sama seperti di atas.

Resep ini telah kami uji. Ada penelitian di baliknya. Ilmuwan atau koki, mengumpulkan bahan, “memasak”, sampai kemudian bercerita bahwa produk ini ampuh. Kita sering melihat produk ini. Mie instant, dengan 2 telur setengah matang, sangat enak. Hasil fabrikasi yang sudah meneliti cita-rasa dan bahan-bahan pilihan. Es krim, betapa enaknya.

Kemudian orang berpikir, “Bagaimana caranya agar produk ini menjadi terbaik.”.

Proses “ulangi dan perbaiki” menjadi pilihan kebanyakan orang. Proses ini hampir mirip brute-force, dalam hal coba-yang-lain, sampai dapat password yang benar, ketika lupa-password.

Follower dan penonton YouTube akan menyarankan “yang seperti ini..”. Mereka ingin membuat “yang seperti ini..”. Mengikuti yang sudah terbukti.

Kalau pola-pikir kamu masih bekerja dengan masuk pagi pulang sore, menunggu uang bulanan, dan tidak mengerti cara-kerja saham, kamu akan gagal meniru mereka yang sukses trading. Selagi kamu tidak pernah melihat “angsa hitam”, sulit untuk membuatmu percaya bahwa ada angsa hitam di dunia ini.

Ubah mindset. Jika mindset kamu tentang uang masih tentang uang kertas, kamu tidak bisa mengerti cara-kerja cryptocurrency.

Pola-pikir (mindset) inovator, agak berbeda.

Lakukan hal yang berbeda, lebih menantang, dan mungkin tidak berhasil. Kamu tidak mencapai “ketidakmungkinan” jika hanya mencoba hal-hal biasa. Kembangkan pernyataan baru. Tunjukkan wilayah yang belum dijelajahi, ceritakan bagaimana kamu sampai ke sana. Bertanya, “Mengapa seperti ini?”. Tidak masalah kalau sering gagal di dapur percobaan.

Orang berada di antrian panjang untuk sampai di halaman 1. Orang cenderung main-aman dalam beradaptasi dengan meniru orang lain.

Inovator sejak awal sudah tahu, “Ini mungkin tidak berhasil, namun hasilnya akan bagus..”. Inovator berada di dapur yang “sempurna”, bernama: “kemungkinan”. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.