Realitas Referensial di Media Sosial

Dalam ruang interaksi sosial, yang disebut “interaksi primer” adalah yang face to face, berhadap-hadapan. Di internet, terutama media sosial, yang primer ini berbentuk simulasi. Sudah ada pihak ketiga (aplikasi, koneksi). Apa yang kita sebut “interaksi sekunder” di ruang keseharian, melalui media, berubah menjadi “interaksi primer” di internet dan media sosial.

Konsekuensi dari perubahan ini: hal-hal ontologis dan soal “referensi kebenaran” juga berubah. dengan melihat apa-apa menjadi “secara sosial”. Sebagian besar pengalaman dan realitas menjadi “bentukan sosial” (socially constructed).

Eksistensi menjadi referensial. Membiarkan obyek menjelaskan dirinya sendiri.

Contohnya, bahasa menjadi referensial, agama menjadi referensial.

Narasi di media sosial menjadi pendistorsi pengalaman. [dm]