in

“Apa yang Sedang Kamu Lakukan?”

Saya punya cara yang berbeda dalam menjawab pertanyaan ini.

Apa yang sedang kamu lakukan?”. Saya lebih suka pertanyaan itu, daripada pertanyaan, “Apa yang sedang kamu pikirkan?”.

Yang sedang saya lakukan, berasal dari apa yang sedang saya pikirkan. Yang sedang saya lakukan, membentuk apa yang sedang saya pikirkan.

Jika pertanyaan, “Apa yang sedang kamu lakukan?” datang, entah dari kotak Facebook, pertanyaan kawan, atau sekadar pertanyaan, saya bisa menjawabnya lebih baik. Jangan bayangkan saya akan menjawab, “Saya sedang membaca buku berjudul..” atau “Saya sedang otw ke..”.

Tidak. Saya menyukai privasi, saya menyukai metafora. Itu yang bisa menjamin saya untuk jujur menceritakan apa yang sedang saya lakukan.

Singkatnya, ketika ada datang pertanyaan “Kamu sedang apa?”. Saya tidak menjawab, “Saya sedang baca buku”. Saya memilih untuk lebih spesifik, “Saya sedang memperlambat waktu” — jika buku yang saya baca berhubungan dengan topik produktivitas dan efisiensi waktu.

Jangan mereduksi 1000 nilai yang sedang kemu kerjakan, menjadi “nama aktivitas”. Jangan menjadi statistik. Cobalah lebih spesifik, karena, ini akan menyadarkan diri kamu, bahwa kamu sedang di tengah perjalanan mencapai tujuan.

“Apa yang sedang kamu lakukan?”

Saya sedang..

  • Melanggar peraturan, untuk mengatasi masalah ini, karena jika saya jalankan sesuai perintah, efeknya akan buruk.
  • Menantang status quo.
  • Mengakali sistem.
  • Mencari cara yang lebih singkat dan lebih efektif.
  •  Mencegah hari buruk tim saya.
  • Meningkatkan standar kerja dan meminta bantuan AI.
  • Membuat tulisan saya terlihat.
  • Stabil.
  • Mengkonsumsi makanan sehat.
  • Meningkatkan skill dalam hal..
  • Membangun keahlian.
  • Menulis opini yang berbeda dari pendapat 50 juta orang.
  • Menghargai apa yang sudah saya capai hari ini.
  • Berolahraga untuk memperkuat otot tulang, bukan hanya untuk menyehatkan cardio.
  • Mengkonsumsi protein tinggi.
  • Melakukan perjalanan.
  • Melewati rute yang belum pernah saya lewati.
  • Mengubah ide biasa menjadi proposal bisnis.
  • Menemukan trigger yang membuat saya malas.
  • Menonton film bagus.
  • Menemukan masalah yang dianggap bukan masalah.
  • Mengatakan tidak kepada gangguan, sekalipun itu berasal dari teman saya sendiri.
  • Memperlambat waktu.

Kamu bisa punya jawaban berbeda. Apa yang sedang kamu lakukan? [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Formula Storytelling

Dalam Arus Pilihan Melimpah