in

Barbershop dan Salon Novi

Gaya bekerja dan branding berbeda, hasilnya akan berbeda.

Barbershop

Potong rambut. Bisa di ruangan, rumah, atau di bawah pohon. Sederhana. Peralatan terbatas.

Menunggu orang datang. Orang datang, potong rambut, lalu pulang, tidak banyak berbincang-bimcang. Untuk segala umur. Khusus lelaki.

Biasanya mereka datang lagi sebulan sekali. Mencukur rambut, memangkas rambut, untuk kerapian, bukan untuk memperlihatkan rambut panjang. Kebanyakan, pemotong rambut itu lelaki.

Mereka punya 1 label: “Barbershop”.

Memotong rambut mengandalkan keceoatan dan kerapian. Menghilangkan rambut, bukan menghilangkan masalah rambut.

Salon Novi

Bukan nama sebenarnya. Novi pernah kursus salon dan rias pengantin, dengan seritifikat yang ia pajang di dinding salon, di antara cermin besar.

Begitu kamu bertanya, “Toner apa yang cocok untuk rambut saya?”, Novi bukan hanya memberikan yang terbaik dari salon itu. Novi memberikan pilihan. Rambut kamu termasuk jenis rambut kering atau berminyak? Aktivitasmu seperti apa? Warna apa yang cocok untuk kulit wajahmu? Silakan pilih, ini layanan Salon Novi.

Kamu punya uang mulai berapa? Selalu ada layanan yang pas untukmu.

Bukan hanya rambut. Makanan untuk kulit, pembersih wajah, pemutih yang aman, perawatan kuku, semuanya ada. Novi turut menjajakan produk. Salon Novi memberikan pengalaman berbelanja (YouTube tidak memberikan pengalaman berbelanja).

Atau mau ikut kursus rias pengantin bersertifikat?

Kamu bisa datang ke sini, bukan hanya sebulan sekali. Setiap minggu, lebih baik.

Novi punya asisten, yang sudah ia training, khusus untuk melayani pelanggan khusus seperti kamu. Peralatan Salon Novi semula sederhana, lalu bertambah. Dari sekadar creambath dan toning, menjadi spa, skin care, graha estetika.

Iklan Salon Novi seluruhnya. Percakapan. Profile Instagram. Bahkan seluruh tubuhnya, identik dengan layanan Salon Novi.

Orang ingin secantik Novi, mengikuti Novi, dan merasa lebih cantik, lebih mengerti apa itu perawatan dan kecantikan.

Salon Novi bukan hanya dari perempuan untuk perempuan. Semua orang datang. Dan mau membayar lebih.

Sambil menunggu, mereka berbincang-bincang. Terjadi percakapan di antara para pelanggan.

Masalahnya..

Banyak orang, menjalani pekerjaan, dan melayani klien atau konsumen, dengan gaya barbershop. Melayani.

Mereka pasang iklan, bikin logo, dan menawarkan “skill”. Saya bisa corel,.menulis, dst. Siap melayani jam sekian sampai sekian. Seperti itulah style barbershop: memiliki skill, menunggu orang datang, melayani peaanan.

Mereka menghitung pemasukan dan pengeluaran, untuk dirinya. Memberi bonus atau discount, agar orang datang-kembali. Kalau mereka lari, mau bilang apa.

Barbershop agak lambat melakukan upgrade, tidak terlalu memgembangkan layanan.

Rental komputer, warnet, penjual nasi, bengkel sepeda motor, sekolah tradisional, wisata alam, taman hiburan, kios rokok, warung kopi, semua itu kebanyakan memakai style barbershop.

Namun, seperti kita tahu, banyak orang punya skill, sering salah dalam melakukan personal branding. Mereka memilih menjadi tukang. Pasang informasi.di media soai, saya bisa ini dan itu. Mencantumkan nomor kontak. Menunggu klien atau konsumen datang. Seperti barbershop.

Atau, kamu bisa mengikuti jejak Salon Novi. Ini gaya bekerja orang kreatif. Desainer, seniman, trainer, guru, hacktivist, maker, creator, programmer.

Dan pemimpin. Ini berarti, semua orang bisa. Siapa saja yang mau menjadi leader dan berpikir kreatif.

Adaptasi skill kamu, lakukan branding secara menyeluruh agar orang mekihatmu sebagai pekerjaanmu. Buat orang semakin menghargai hidupnya (semakin cantik, semakin mengerti arti kecantikan). Sejalan dengan proses, passion akan terbentuk. Semakin aktif.

Dan orang akan akan membayar-lebih untuk pekerjaanmu.

Mana gaya bekerja yang kamu pilih: barbershop ataukah Salon Novi? [dm]

What do you think?