in

Pedagang di Beranda Saya

Saya punya definisi “pedagang” sendiri, setelah lihat orang jualan di Beranda saya.

Beranda Facebook kamu ada pedagang? Mungkin sama. Beranda saya juga ada banyak pedagang. Saya jarang buka Beranda Facebook.

Ada 2 tipe pedagang, berdasarkan siapa yang melihat.

Pertama, Pedagang menurut ilmu ekonomi, yang “seharusnya begini”, dengan formula, “rate”, kalkulasi, dll. Pedagang yang terbayangkan, pedagang “ideal”, pedagang yang diinginkan, namun khayal.

Seringnya, ini jenis pedagang yang membosankan, imajiner, unik, dan tidak pernah ada.

Kedua, jenis pedagang “menurut saya”. Pedagang yang pernah menipu saya, pedagang yang tersenyum dan memberi bonus, pedagang yang membuat terobosan, pedagang yang menawarkan nilai berbeda dalam berjualan. Ini adalah pedagang yang pernah saya temui, sebagai konsumen.

Pedagang yang ini, manusia seperti saya. Seperti kamu.

Bisa salah, menerima komplain, punya gagasan, berambisi, dan pernah gagal sebelumnya. Saya selalu mendefinisikan pedagang dengan pengalaman, dengan interaksi “saya”.

Konsumen melihat tipe pedagang kedua, bukan yang pertama.

Dan cobalah ganti kata “pedagang” itu dengan: seniman, kawan, rival, siswa, pegawai, tetangga, dll.

Apa kata orang lain, dan apa yang kamu hadapi dalam kenyataan.

Cobalah selalu memakai empati, sebagai konsumen, sebelum dan selama kamu menjadi pedagang sungguhan. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.