in

Beratnya Menjadi Rata-rata

Perlombaan menuju normal, itu sangat berat, karena bersaing dalam keramaian, dengan peraturan “pasar” yang melelahkan.

Hampir semua rata-rata. Kamu hanya rata-rata. Data. Binary nol dan satu. Data point yang punya kesamaan dengan orang lain. Prestasi kamu rata-rata. Mungkin di bawah rata-rata.

Hampir dalam semua situasi, ketika dua orang atau lebih berbicara, “rata-rata” ditetapkan.

Kita menyebutnya “horizon”, cakrawala, normalitas, umumnya, menurut kebanyakan orang, biasanya, tradisi, dan ketetapan yang membuat orang tenggelam.

Rata-rata baru hancur jika ada lompatan, jika ada yang dibanting, dicampakkan, memberontak, menjadi disruptor, mempertanyakan realitas, dan menantang status quo.

Kamu penulis rata-rata jika masih mengalahkan kemalasan, membangun motivasi. Kamu tidak rata-rata jika menulis lebih banyak dan memiliki sistem sendiri. Kamu rata-rata ketika ingin mengikuti orang lain, menonton apa yang ditawarkan di feed Beranda, terjerat klik bait, membincang berita yang penuh “kekerasan simbolik”.

Kamu tidak rata-rata jika mempertanyakan rata-rata. Sebab rata-rata hanyalah category, garis semu yang kita sebut garis lurus, yang sering dianggap batas mimpi dan perjalanan kapalmu mengarungi lautan. Jangan menjadi rata-rata.

Perlombaan menuju normal, itu sangat berat, karena bersaing dalam keramaian, dengan peraturan “pasar” yang melelahkan. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Daftar Perbuatan yang Memalukan Generasi Mendatang

Tempat yang Menakutkan