(Credit: Tumblr)

Ending, Editing

Cara menang tanpa pesaing: bermain di kualitas, bermain dengan kelangkaan.

Ending tidak sederhana. Kadang mengambang, terbuka, atau menyibak utas yang lebih panjang. Episode berikutnya, season mendatang.

Kualitas, kadang disederhanakan menjadi kalkulasi. Berapa rating film ini? Siapa pemainnya? Bagaimana ceritanya? Mana adegan terbaik?

Kalkulasi, dengan formula tertentu, menyederhanakan realitas. Rating film ini 8.2/10 star, itupun menurut IMDB. Pemain, Denzel Washington, langsung membuat penggemar mereka berseru memuji, meskipun antara New York Gangster dan Inside Man, ia bermain secara berbeda.

Kita memilih rumus terbaik. Mengidentifikasi hasil dengan cara seperti ini.

Tepatnya, selalu di masa lalu.

Mereka yang tidak mau melihat trailer, tidak tergoda dengan spoiler, menyukai kejutan namun berada pada kualitas yang telah ia tentukan di masa lalu. Mereka merasa menang karena kualitasnya terpenuhi.

Namun tidak bagi masa depan. Ada kejutan di masa depan. Variabel yang belum terhitung.

Orang sering lupa, suatu teori ada untuk dipertanyakan. Falsifikasi Popper, bekerja dengan cara seperti ini.

Orang sering lupa, apa-apa yang keluar dari pola, yang berada di pinggiran, sebenarnya menghancurkan pusat, aliran utama, dan menciptakan sesuatu yang sama sekali baru. Seperti Foucault yang menjelaskan beroperasinya kuasa/pengetahuan.

Mereka yang memainkan “pinggiran”, tidak mengikuti arus dan pola, justru bermain dengan kelangkaan. Terbuka menerima masa depan. Kadang dengan perhitungan baru. Variabel baru.

Mereka yang berpikiran terbuka, mengakui kemenangan dengan caranya sendiri. Orang lain menganggapnya kalah (dari sisi skor), namun ia mendapatkan lebih banyak keuntungan. “Saya kalah dalam kompetisi ini, namun jaringan saya semakin kuat.” “Saya kalah di babak 1, namun musuh memberikan pelajaran terbaik.”.

Mereka yang bermain dalam kalkulasi matematika, dengan persamaan sederhana, bermain dengan kepastian namun variable mereka luput. Itu artinya gagal.

Pemain lain, lebih menyukai hal-hal yang tidak secara tepat terukur. Seperti: kualitas, keterbukaan pikiran, kejutan, dll. Hal-hal yang selama ini dianggap “entah”, namun selalu menjadi dambaan.

Permainan itu mengasyikkan, karena, peraturan bisa dibuat sambil-jalan, musuh datang-pergi, tidak lagi berhitung. Bisa jadi, kegembiraan yang meluap setiap kita bekerja. “Ini dia, ada masalah baru. Pengalaman yang tidak kita perhitungkan”.

Kemungkinan buruk, sama bagusnya dengan kemungkinan baik, dalam hal membuat kita melampaui perhitungan. Semua kualitas, dibangun dengan cara seperti itu.

Mereka yang bermain di pinggir, dengan kelangkaan dan kualitas, akan selalu menang. [dm]