(Photo: Pexels, 1111316)
in

Freelancer, Banting-Harga

Termurah adalah jalan tercepat untuk hancur. Kalau mau menjadi freelancer, caranya..

Siapa saja, asal memenuhi syarat, bisa bekerja sebagai freelancer-karena-internet. Ini tawaran generik, sebagaimana di Fiverr. Jika kamu termurah, kamu akan sibuk dan terkomentari terus.
Dan melelahkan sekali. Karena kamu sibuk ramah dan banting harga.

Kamu tidak “menjual” dengan mendapatkan banyak komentar. Sibuk melayani komentar, hasilnya, lebih membuatmu mirip “penerima tamu”.

Ini perlombaan ke bawah, menyingkirkan pesaingmu, asalkan hargamu murah. Tidak. Berbisnis itu bukan tentang kekuatan membanting harga. Dalam permainan “harga paling rendah”, kamu tetap akan kalah. Ada banyak orang gila yang beraninya banting harga, merendahkan kualitas sejak di label harga. Ini sebabnya, bisnis desain grafis dan penginapan, menjadi hancur karena orang bersaing banting-harga. Pemodal besar menang. Estetika dan kualitas, jauh ke bawah.

Ada anekdot tentang 2 orang yang dikejar beruang, tentang persaingan. Ada 2 orang dikejar beruang, Orang 1 mengencangkan tali sepatu. Orang 2 bertanya, “Mengapa kamu berhenti? Nanti kamu diterkam beruang itu.”. Orang ini mencoba selamat bersama. Orang 1 menjawab, “Saya hanya perlu lari lebih cepat dari kamu.”. Dengan kata lain, setelah mengencangkan tali sepatu, Orang 1 akan berlari lebih kencang. Itu berarti, kualitasnya naik-kelas dan sudah pasti orang di bawahnya akan tergilas karena kualitas.

Alternatif: jadilah berbeda, menjadi unik, sehingga layak dicari, dibayar, dan mendapatkan komentar.

Pemain perlombaan kelas-bawah dalam pekerjaan, berkata, “Apa yang kamu perlu aku lakukan?”. Pemain menengah ke atas berkata, “Aku punya tawaran untukmu”. Itulah bedanya “berguna” dengan “sangat diperlukan”. Jangan hanya berguna. Jadilah “sangat diperlukan”.

Klien tipikal, tidak ingin tawaran kamu. Mereka hanya mau murah-tetapi-bagus. Pikiran mereka susah diubah. Jika kamu akan melakukan pekerjaan terbaik, kirimkan klien tipikal kepada orang lain.

Menjadi spesifik, itu butuh nyali untuk menolak pekerjaan biasa, butuh nyali untuk memiliki sudut-pandang, protokol, dan keahlian. Dan bertahan.

Karier itu soal investasi: sekarang untuk besok. Dapatkan klien yang lebih baik. Jangan ubah tawaranmu hanya untuk klien tipikal. Pikirkan, seperti apa kamu besok.

Belajar videografi, lebih berguna daripada ikut-ikutan posting video lucu, hanya agar mendapatkan komentar. Kamu sibuk membalas komentar. Klien sungguhan, yang ada di segmentasi konsumen kamu (jika memang sudah kamu peta), hilang. Dan tidak percaya kalau kamu punya skill itu. Karena kamu sibuk menjadi “penerima tamu” dan mengikuti orang lain.

Tidak belajar. Tidak menjual dengan kualitas naik-level. [dm]