in

Kalimat Negatif

Sederet kalimat dengan filter saya, agar dunia saya bebas noise dan dapat signal bagus.

Saya punya sederet kalimat, yang sebenarnya daftarnya panjang dan selalu saya update, yang saya beri tanda “dilarang”. Kalimat yang membuat saya mundur ke belakang, kalau saya pakai.

Antara lain? “Silakan mencoba.”, “Semoga beruntung.”, “Belum saatnya.”, “Entahlah.”, “Bukan kelasmu.”, “Paling hasilnya sama.”.

Yang menarik, bukan apa saja kalimatnya, bukan bagaimana saya memakainya sebagai “model mental” terapan. Begitu ada kalimat pemblokir kreativitas, nyalakan warning. Yang menarik, bagaimana saya membuat kriteria untuk memasukkan suatu kalimat, ke dalam daftar “dilarang” saya.

Kriteria yang saya anggap “kalimat negatif”..

  • Membuat waktu saya mundur. 
  • Kalimat yang melarang saya memasuki dunia baru. 
  • Mengandalkan keberuntungan. 
  • Menganggap suatu “nilai” bukan bentukan, berlaku selamanya. 
  • Kalimat yang ada di buku manual. 
  • Tidak membuat saya fokus dengan apa yang terjadi sekarang. 
  • Menutup kemungkinan. 

*) Saya melawan semua itu, sebisa mungkin.

Pembaca yang pintar, tahu apa yang harus dibaca dan mana yang harus dibuang dari Beranda. Pembuat filter tidaklah membuat filter untuk dipakai terus-menerus demi pembuangan waktu, melainkan agar filter itu sebisa mungkin tidak berguna. Filter hanya antisipasi.

Dengan menambah daftar kalimat di daftar “dilarang” dalam hidup saya, mental saya akan dikonfigurasi dengan firewall terkuat di dunia. Saya telah mengganti port, tidak lagi di nomor default. Saya sudah atur agar jika ada serangan berupa “kalimat buruk”, tidak perlu lagi reject. Langsung drop. Tidak akan menyentuh sistem saya.

Jika waktu kamu habis tanpa punya daftar sesuatu yang tidak kamu suka, maka perhatianmu menjadi tanpa prioritas yang kuat. Selfie? Drop. Video lucu? Drop. Tanya tentang masalah saya dengan mantan? Drop. Masalah tidak baru? Drop.

Saya belajar dari novel 1984 George Orwell dan Brave New World Aldous Huxley. Orwell mengimajinasikan konspirasi dan mata-langit, Huxley berbicara tentang nilai informasi yang terdistorsi.

Sensor tidak lagi berbentuk pemotongan mana yang tidak boleh tayang di publik. Sensor bekerja dengan cara membanjiri Beranda kamu dengan content yang tidak berguna. Agar kamu kehilangan fokus. Terlupakan. Tenggelam. Dan pikiranmu menjadi terlatih untuk dengan mudah menolak apa yang tidak kamu sukai. Tidak suka belajar, tidak suka berpikir, tidak mau melihat alternatif.

Beranda media sosial kamu tidak dikawal dengan keberuntungan. Kamu tidak bisa menang (melawan perhatian) jika kamu hanya mengandalkan keberuntungan, “Semoga Beranda saya menarik..”.

Dengan kalimat negatif, saya bisa singkirkan semua itu, memilah mana yang lebih bernilai.

Saya tidak mau “Apa salahnya..” dan keberuntungan, karena keberuntungan tidak pernah bisa diandalkan. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.