in

Kapitalisme Warung Kopi

Saya masih di kapitalisme kuno, ketika dengar mereka berbicara tentang uang dan kerja.

Masih saja terdengar, di perbincangan warung kopi, tentang ini: menukar skill dengan uang, bekerja sekian jam dibayar sekian, menyelesaikan project fisik dengan untung bersih sekian juta.
Kapitalisme klasik.

Pantas saja, teori Karl Marx klasik masih digemari anak muda. Prasmanan mental: hubungan antarmanusia berbentuk transaksi, finansial tanpa “perang seni”, kalau korupsi bertobat nanti dengan doa di malam hari. Mulai petani sampai menteri, begini semua. Ini kapitalisme klasik.

Menukar keringat dengan makanan, skill dengan keuntungan, organisasi yang mirip mesin yang dapat dibeli. Proyek seperti kebanyakan proyek, ketika mereka bilang “bisnis”. Tidak ada imajinasi. Lebih dari 10 ribu tahun, pekerjaan dilakukan dengan cara klasik begini.

Ketika kebanyakan orang “melakukan itu”, kamu berada di pilihan mana? Dari situlah kamu bisa mencari angsa hitam (black swan), melakukan “perang seni”. Bukan pekerjaan bayangan.

Sedikit hal untuk memancing imajinasi kamu. Ada Archive.org yang mirip museum, Wikipedia (kemudian istilah “Wiki”di mana-mana) yang menjadi project bersama, Oxford Dictionary yang selalu tumbuh, platform gratis seperti Protected Text dan EFF, Telegram Messenger, yang ingin internet lebih baik.. mereka tidak berada di bisnis yang menguntungkan.

Project mereka bukan bisnis. Mereka mempertemukan bakat dan input, membangun nilai bagi orang-orang yang mereka layani. Koordinasi sebenarnya dari “project” mereka, dan “mengapa” mereka membuat itu, adalah nilainya.

Project 90T BTC di pasar, yang tidak bertambah maupun berkurang, tidak ada pemiliknya. Tidak ada yang bertanggung jawab.

Tetapi ini membuat orang terhubung kepada nilai. Bisnis menjadi merusak, ketika para pelakunya sudah tidak percaya ada nilai dasar bernama perubahan dan kebaikan.

Hanya pikiran kapitalis klasik yang masih berkubang pada ketidakpercayaan akan adanya perubahan. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.