in

Memberikan Waktu

Kapan terakhir kali kamu benar-benar menikmati waktu kamu?

Dalam tawaran, yang dibungkus label dan bahasa sopan, sebenarnya terdapat permintaan untuk fokus. Mencuri waktu kamu.

Waktu kamu, bukan milik orang lain. Sekalipun ia memberimu produk terbaik, kamu baru saja memberikan waktumu untuk produk itu.

“Silakan baca”. Artinya, saya ingin kamu fokus memikirkan tulisanku. Atau, kamu bebas membaca sepenuhnya, bebas berhenti tidak meneruskan bacaan itu. Kamu pilih mana? Tawaran itu akan berkebalikan jika pesan saya ganti menjadi, “Gunakan waktumu..”. Ini bisa berarti: nikmati produk saya yang perlu kamu beli besok. Atau, gunakan waktumu sebebas mungkin dan nilai produk itu sesukamu.

Waktu hilang, semenit sampai sejam, untuk apa? Sesuatu yang gratis?

Jika “Produk ini gratis..”, maka kamulah produknya. Bukan hanya waktu yang kamu berikan. Fokus, energi, dan gagasan kamu, hanya akan berputar pada produk itu. Komentar, reaksi, dan lebih banyak pembusukan.

Perusahaan besar semacam Google, Facebook, meraih keuntungan dari data. Kamu adalah sumber data mereka. Kamu memberikan waktumu untuk mereka.

Inilah hubungan triadik tesis-antitesis-sintesis. Apa yang kamu lakukan, bersandar pada hal-hal lama. Dan itu berarti “berhenti”. Bukan lompatan.

Kita berada di masa lalu ketika..

Menggunjing orang lain. Melihat sajian yang tidak baru. Merapikan folder (sampai berjam-jam, karena tidak punya sistem untuk mengelola file). Scroll status Facebook orang sampai ke bawah, terus, dan melihat sesuatu tidak menyenangkan dari masa lalu. Ingin dapat pacar baru, berdasarkan kekecewaaan terhadap mantan pacar kamu. Editing tulisan orang lain, yang jelas-jelas banyak kesalahan namun dia tidak mau memperbaiki. Nongkrong dengan aktivitas yang sama. Nytatus dengan gagasan yang mirip dengan kemarin-kemarin. Berpetualang dengan rencana yang terlalu matang, sehingga yang akan terjadi sebenarnya hanyalah menerapkan masa lalu bernama rencana itu, alias tIdak ada kejutan dari petualangan. Melakukan kesalahan sama sebanyak 2 kali. Trial and error ketika layout, padahal bisa dipelajari teorinya sebelum kamu bekerja. Menyimpan file aplikasi versi lama yang sudah tidak sesuai dengan OS kamu. Membayangkan eksotisme Abad Pertengahan, hanya karena fantasi dari fantasi yang berasal dari film. Rapat pengurus yang isinya meng-evaluasi dan meneruskan program kepengurusan kemarin. Mengikuti tren media lain yang tidak relevan lagi dengan masa depan manusia. Masih ada banyak hal lain yang bisa kamu tambahkan.

Dan menerima tawaran orang lain yang akan membuat kamu berkubang di masa lalu. Ada petualangan menanti. Kejutan. Hal yang bisa kamu lakukan.

“Jadi, saya menolak tawaran gratisan ini. Saya akan gunakan waktu untuk kepentingan saya. Bukan untuk memperbaiki produk kamu. Bukan untuk survey tersembunyi yang kamu lakukan.”

Buatlah waktu orang lain menjadi lebih bermanfaat. Berikan yang terbaik, jangan bungkus pencurian waktu orang lain dengan kebaikan.

Jika tidak, orang akan mengatakan, “Maaf, saya tidak tertarik.” [dm]

JournalIt Unlimited, No Crack

Memperalat Orang Lain dengan “Berbagi Kebaikan”