Menomorduakan Siapa Kamu, Hasilnya Mengejutkan

Ulurkan bantuan, baru berkenalan. Jangan terbalik.

Menomorduakan siapa kamu, akan meningkatkan hasil penjualan.

Kesalah mendasar dan awal ketika kamu menawarkan apa yang kamu bisa kepada klien adalah terlalu cepat dan terlalu sering menceritakan siapa dirimu. Kamu bisa apa, siapa kamu, apa yang sudah kamu kerjakan, sebaiknya taruh di belakang. Pajang di tempat tersendiri.

Tampilkan “mengapa” kamu ingin menyelesaikan masalah klien. Bukan tentang “Saya” atau “Kami”.

Sering terjadi, penawaran kepada client menceritakan keinginan bekerja sama. Entah halus, entah tegas. Namun sebelum membuatnya, coba filter dengan pertanyaan, “Ini tentang siapa?”.

Utamakan nilai, proses, dan hasil. Bukan tentang “Saya” atau “Kami”.

Contoh yang tentang “Saya” atau “Kami”:

Kami profesional. Kami sudah berpengalaman selama 8 tahun. Kami tepat waktu. Setiap pekerjaan adalah kasus dan prestasi bagi kami. Hasil melebihi ekspektasi.

Tunggu, berapa kalimat itu yang berkaitan dengan client?

Mengapa harus mendahulukan siapa kamu kalau klien lebih penting?

Selain itu, kualitas adalah.. Syarat, bukan hasil. Janji, belum terbukti.

Bahkan jika kamu ” memberikan yang terbaik”, itu adalah hak sepenuhnya bagi client.

Jadilah dirimu sendiri. Ketika kamu memiliki disiplin untuk satu hal saja, bernama kualitas, maka kebebasan akan datang. Lebih banyak client lain datang. Lebih banyak waktu untuk memikirkan hal lain.

Mempertegas kehadiranmu sama dengan menaikkan brand awareness bagi calon klien.

Model bisnis berubah, industri muncul dan menghilang – tetapi “nilai” berlaku selamanya.

Berikan nilai bersama, untuk kamu dan client. Nilai bersama itulah “mimpi” yang patut diwujudkan, diperjuangkan, dan bisa berkelanjutan.

Kulit bersih dan sehat, dambaan bersama. Air murni bermineral. Perjalanan menyenangkan. Layanan yang memangkas prosedur menjadi lebih singkat. Presentasi tanpa masalah. Desain menu makanan yang mengundang selera-makan.

Impian seperti itulah yang akan menang, selalu menang.

Akismet, plugin pencegah spam dari Automattic, memakai slogan yang sangat provokatif, “Ingatkah hari ketika hidupmu belum ada spam?”. Pertanyaan itu jembatan menuju “janji”: kami akan singkirkan spam, tanpa mengatakan janji itu.

Discovery Channel, tayangan yang mengkultivasi budaya penemuan, memiliki pertanyaan, “What do you discover today?”. Apa yang kamu temukan hari ini? Dengan tujuan sama.

Berikan jembatan untuk impian bersama.

Bukan mendahulukan tentang “saya” atau “kami”. Mereka akan melihatmu sebagai pribadi atau lembaga yang tidak egois. Berniat memberikan solusi terhadap masalah klien. [dm]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *