in

Masakan Kedua

Setelah pintar meniru, buatlah resepmu sendiri.

Awal belajar Photoshop, saya belajar dari menu Help. Itu Photoshop versi awal, belum ada internet untuk publik. Saya mengikuti Photoshop lebih dari 20 tahun. Setelah bisa, target saya menemukan cara yang lebih baik, ketika retouch dan manipulasi foto. Saya menyebutnya, masakan kedua, yang saya buat dari resep saya sendiri. Bukan dari resep orang lain (sekalipun saya jelajah kuliner ke mana-mana).

Bayangkan 2 pemasak ini.

Yang pertama.. Dia bisa memasak. Pintar mengikuti resep, mengontrol kualitas, menimbang bahan dengan ketepatan mencapai 0.1 mg, titik didih berapa, cara penyajian, menjaga kualitas, dst. Dia meniru dengan baik.

Entah dari mana dia belajar, yang jelas, orang suka masakannya.

Yang kedua.. Dia memahami cara kerja resep, melihat pola, menyesuaikan lidah siapa yang akan merasakan masakannya, dan bisa membaca peluang orang akan suka atau tidak.

Dia memodifikasi apa yang sudah ada, dengan menyesuaikan konteks.

Orang penasaran, dari mana ia belajar, sampai begitu enak masakannya dan tidak bisa ditiru.

Selama belajar dan bekerja, kita sering mengalami kedua fase di atas.

Yang sering terjadi: orang tidak menyadari peralihan dari fase “mengerti cara memasak ini” menuju “resep saya sendiri”.  Siapkan masakan kedua. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.