(Image; Daisy Daisy)
in

Masalah Mendasar Mengapa Rencana Hari Ini Sering Gagal

.. karena kamu tidak memiliki “fokus energi”. Masalahnya bukan pada kegagalan mematuhi jadwal, bukan tentang time management.

Sudah punya time management tetap merasa tidak punya waktu untuk selesaikan pekerjaanmu?

Bukan soal jadwal. Kamu tidak punya prioritas “fokus energi”. Itulah masalahnya.

Kamu bisa mengatasi masalah ini setelah membaca tulisan ini.

Kebanyakan orang merasakan ini: tidak punya cukup waktu untuk selesaikan masalah dan pekerjaan. Tenggelam dalam kesibukan, kebisingan, dan gangguan. Hustle, noise, dan distraction.

Masalahnya bukan cukup waktu. Masalahnya, bukan cara mengelola waktu (time management).

Kuncinya adalah menyadari “fokus energi” yang akan kamu kerjakan hari ini. Apa yang kamu prioritaskan hari ini, itulah masalah sebenarnya.

Membagi waktu, menulis jadwal, dan “menganggap semua penting”, itulah penyebab kegagalan kamu. Selagi kamu tidak tahu “fokus energi” kamu hari ini, dari sanalah kegagalan bermula.

Buat rencana, dengan prioritas utama, pada “fokus energi” kamu. Rencana ini tidak harus panjang. Bahkan sebaris dua baris, sudah cukup.

Contoh “Fokus Energi”:

☐ #work Menyelesaikan aplikasi OpenSID

☐ #read Membaca dan membuat catatan untuk buku -Digital Nomads-

Itulah yang harus kamu jadikan prioritas utama energi kamu hari ini. Selebihnya, kamu bisa pakai waktu untuk hal lain.

Itu bisa selesai, mantap sekali. Pekerjaan “jalan”, pengetahuan okay. Selebihnya, tidak penting, karena bukan fokus energi kamu hari ini. Tentu saja, ini hanya contoh. Sesuaikan dengan keadaan kamu.

Jangan menulis apa yang “ingin” dan apa yang “bisa” kamu lakukan. Tulis hanya yang “harus” kamu lakukan. Letakkan paling atas. Itulah yang harus kamu kerjakan.

Kalau menuliskan apa yang “ingin” dan “bisa” kamu lakukan, prioritas akan menghilang.

Ini contoh daftar rencana yang berisi daftar yang “ingin” dan “bisa” kamu lakukan:

Scroll media sosial. Membalas komentar. Menonton serial Netflix, marathon season 1-3. Jalan-jalan kuliner. Nonton Tiktok. Nongkrong di kafe. Masih banyak daftarnya. Bukan salah, bukan buruk, namun apakah itu menyelesaikan mimpimu? Membuat karir kamu lebih baik?

Pikirkan apa yang layak masuk “fokus energi”.

Kriteria Yang Layak Masuk “Fokus Energi”

Apa saja kriteria untuk masuk di “fokus energi”?

Periksa dengan checklist berikut ini, untuk menentukan apakah sesuatu layak masuk ke fokus energi kamu:

☐ Berhubungan dengan pekerjaan.

☐ Jangka panjang, jika tidak saya lakukan, pekerjaan dan bisnis saya bisa kacau.

☐ Menyelesaikan mimpi saya, bukan menyelesaikan mimpi orang lain.

☐ Mendukung model bisnis saya, bukan memperkuat bisnis orang lain.

☐ Di masa depan, ini akan menciptakan diri saya yang berkata, “Terima kasih, waktu itu kamu lakukan sesuatu yang membuat saya hebat.”

☐ Long-term goal. Berkaitan dengan tujuan jangka-panjang saya.

☐ Bukan kesenangan sesaat, bukan mencari keberuntungan, bukan aktivitas instan.

☐ Tidak bisa didelegasikan, tidak bisa ditunda, bukan sekadar hal darurat (emergency).

☐ Beda. Ini bukan hiburan. Bukan demi menyenangkan orang lain.

☐ Berkaitan dengan risiko.

☐ Berkaitan dengan hal yang membuat saya tidak bisa tidur. Selalu saya pikirkan.

☐ Memperbaiki “keahlian” saya, menaikkan reputasi saya, membuat orang lain lebih percaya pada pengalaman saya.

☐ Diri saya yang kemarin akan berkata, “Kamu lebih baik dibandingkan saya yang kemarin.”

Semakin banyak tanda cek, semakin layak masuk “fokus energi”.

Actionable:

  • Tulis “fokus energi”. Gunakan daftar-periksa di atas. Utamakan pekerjaan, keluarga, dan pengetahuan.
  • Tidak perlu menuliskan apa yang “bisa” kamu lakukan dan “ingin” kamu lakukan.
  • Kerjakan “fokus energi” ini, mendahului yang lain.

Apa “fokus energi” kamu hari ini? [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Menaikkan Grafik

Resilience (Tangguh) dan Bekas Luka