in

Mau Makan di Mana? Terserah..

Orang menolak, sering karena ingin kepastian. Berikut ini, alasan orang bilang “Tidak” dan cara mencegahnya..

” Mau makan di mana?”. Setelah berkeliling 10 menit di pusat kuliner, Shinta belum juga menemukan tempat makan yang sesuai selera. Banyak pertimbangan. Shinta sejak tadi bilang, “Terserah..”  disusul dengan, “Jangan yang itu..”. Mencari yang lain. Keliling.

Menariknya, apa sebenarnya yang membuat seseorang “berkeliling” sampai lama, sebelum menentukan pilihan? “Berkeliling” ketika berbelanja atau browsing, bisa jadi, sama dengan menunda afirmasi, “nanti dulu..”,  membandingkan, dst. “Tidak” berkali-kali.

Seringnya, karena orang mencari yang pasti.

Apa yang membuat orang tidak mau?

  • Sudah pernah dilakukan, dan gagal.
  • Belum pernah dilakukan. Apalagi, kalau tidak bisa membedakan antara ketidakpastian dan risiko.  Saya menulis tentang cara menghadapi risiko.
  • Terlalu jelas dalam perhitungan. Sangat tidak masuk akal kalau keuntungannya semudah itu. Terlalu kabur. Banyak bagian yang belum dijelaskan.
  • Belum terbukti.
  • Terlalu mudah. Semua orang bisa melakukan ini.
  • Terlalu sulit dilakukan.
  • Skala terlalu besar dan menyeluruh. Misalnya, pemberantasan korupsi di semua bidang.

Kamu ingin makan di mana? Terserah. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.