in

Media dan Serigala

Media sering bertindak seperti anak kecil yang mengabarkan akan ada serigala datang.

Ada suatu hari, ada seorang anak yang berlari sambil menangis, mengaku dikejar serigala. Orang-orang bersiap, menanti serigala datang. Ternyata, serigala itu tidak datang.

Kita sering dengar cerita ini. Moral dari cerita ini, berbohong akan mengarah kepada ketidakpercayaan orang lain.

Ketika anak itu berteriak lagi, kali ini benar-benar ada serigala datang, sementara orang-orang sudah tidak percaya lagi. Meskipun bencana sungguhan, benar-benar datang.

Moral dari bagian cerita ini, mengidentifikasi mana orang terpercaya dan tidak, itu memang penting. Lebih penting lagi, mengantisipasi hal-hal buruk yang datang dari luar.

Kita sering mendengar media berteriak, “Serigala..”, ternyata serigala yang mereka kabarkan tidak datang.

Seringnya, media hanya meneruskan apa kata narasumber, jadi ada baiknya, perhatikan siapa yang sebenarnya berteriak.

“Serigala” belum tentu bencana. Apa saja yang dikabarkan akan datang, bisa kita anggap “serigala”, seperti pesan cerita di atas. Ketika teriakan “Serigala..” diulang oleh orang lain, dan ternyata serigala itu tidak datang, kita sering lupa, siapa yang pertama berteriak.

Dan tidak siap ketika bencana benar-benar datang. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Pengakuan dan Antisipasi

Membentuk Trust (Percaya)