Melihat Pameran

Mengapa saya tidak ikut pameran.

(Photo: Pexels, 3957987)

Pada suatu hari, saya melihat pameran tahunan. Sendirian. Kawan saya bertanya, “Mengapa kamu tidak pernah ikut pameran?”.

Ini pameran, bukan kompetisi. Ada sesuatu yang lebih besar, yang akan diusung. Pameran pembangunan, untuk kota.

Pameran karya, untuk yang baru dan lebih berkembang, bukan mencari yang terbaik, bukan mencari yang-lama. Pameran memecahkan masalah, melihat dunia yang lebih baik.

Seharusnya, ini tidak memamerkan apa yang dibuat dengan bantuan YouTube. Bukan karena ngehit di Instagram.

Saya tidak ikut pameran. Saya memilih bekerja.

Kalau saya menjadi pemusik, saya akan mengajak pemusik lain, untuk duduk bersama dan membincang bagaimana bermain dengan aransemen keren dan music show yang menghibur.
Kalau saya menjadi fotografer, saya akan mengajak fotografer lain, untuk menaikkan level fotografi bukan sebatas selfie dan traveling. Lebih dari itu. Entah apa itu.

Saya tidak ingin berkarya sendirian. Berkarya, bukan hanya untuk bekerja. Berkarya dengan menciptakan perbincangan, pemecahan-masalah baru. Untuk lebih banyak orang. Bukan untuk mendaftar menjadi pekerja di perusahaan orang lain.

Pekerjaan saya menyelesaikan masalah baru. Bukan untuk dipamerkan, seperti pameran itu. [dm]