in

Memilih atau Dipilihkan?

Menyadari kamu punya pilihan, sebelum kamu dalam persimpangan mau pilih yang mana.

Kamu membutuhkan kuda, namun tidak terlalu mengerti tentang kuda.

Pemilik kandang memilihkan kuda untuk kamu. Pilihannya: terima atau tinggalkan.

Kebanyakan orang, menyukai cara ini. Memilih “A” atau “B”, “A” atau “selain A”, “A” atau “bukan A”.

Dia bebas memilih sekaligus bebas dari tanggung jawab memilih.

Dalih sudah siap jika kegagalan terjadi: “Hanya itu pilihannya”, “Semua buruk, jadi saya tinggalkan”, atau “Ini pilihan dari seorang ahli..”.

Yang menjadi pertanyaan, “Kapan pilihan ini terjadi?”. Itulah yang perlu dipikirkan.

Pilihan yang sebenarnya ada sejak awal: masuk kandang atau tidak? Itulah yang terjadi. Kita sering tidak menyadari bahwa ketika memasuki suatu kandang, kita sedang berada di suasana kandang.

Ketika memilih pekerjaan, memberikan suara, memilih cara, kita selalu membuat pilihan. Di balik pilihan itu, ada “kandang”, suasana, konteks, yang mengarahkan kita untuk memilih. Setelah itu, kita yang bertanggung-jawab atas apa yang kita pilih.

Kita selalu “dipilihkan” oleh orang atau situasi, yang sejalan dengan pikiran kita, yang sering tidak kita sadari. Selamat memilih!

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Metode Workshop

Pertanyaan tentang Pekerjaan