in

Mendengarkan Lagu Cover

Lagu cover lebih sering tidak lebih baik dari aslinya, berhadapan dengan “standar” yang tidak bisa diturunkan, pemegang “kelas” tersendiri.

Ketika mendengarkan Jimi Hendrix, saya tidak mengerti liriknya, bahkan _grade_ menggitar saya masih rendah. Saya menyukai Jimi Hendrix karena dia adalah Jimi Hendrix. Semacam ada “standar” yang unik dan baru, yang membuatnya berbeda. The Doors, Deep Purple, Dream Theater, seperti itu.

Ketika mendengarkan Paganini, saya gagal membandingkan “teknik bermain” dan kekayaan bunyi violin yang ia mainkan dengan pemain violin lain. Paganini adalah Paganini.

“Standar” yang tidak bisa diturunkan. Pemegang “kelas” tersendiri.

Ketika Jimi Hendrix mati, para penggemar membuat kaos, “Jimi tidak mati. Tuhan memanggilnya untuk pelajaran menggitar.”. Ketika Paganini mati, banyak rumor beredar, tentang kehebatan Paganini.

Jimi Hendrix dan Paganini, adalah 2 contoh musisi, yang akan gagal dimainkan oleh orang-orang berikutnya, karena itu berarti harus mengatur-ulang standar yang sudah ada pada Jimi Hendrix dan Paganini.

Ketika saya mendengarkan Stevie Ray Vaughan memainkan “Little Wings” Jimi Hendrix, ada permainan yang menurut saya jauh lebih lembut dan menyayat, dibandingkan versi asli Jimi Hendrix. Atau ketika Dream Theater meng-cover “Perfect Strangers”, terdengar lebih bersemangat dan sempurna, dibandingkan versi asli Deep Purple. Namun dalam kedua kasus ini, permainan-baru yang lebih bagus tersebut, bukan lagi di standar Jimi Hendrix dan Deep Purple.

Garapan cover seharusnya seperti itu. Tidak meng-copy standar lama, tidak harus persis, tetap menampilkan identitas baru sendiri, dan sebagai permainan bisa lebih bagus. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Rahasia Keunggulan Minoritas

Menjawab Komentar