in

Mengapa Beragama?

Dari kebutuhan pribadi, kemudian berkembang. Agama menjadi “teknologi kepercayaan sosial” untuk perilaku pro-sosial.

Kebutuhan pribadi akan agama, mencerminkan beberapa kebutuhan.

  • Takut menghadapi kematian.
  • Mencari makna kosmis, di mana hidup harus berarti.
  • Struktur moral-metafisis yang menyatukan.
  • Narasi bersama, perekat masyarakat yang kompleks.

Agama menjadi “teknologi kepercayaan sosial” untuk perilaku pro-sosial. Kepercayaan manusia terhadap “sesuatu” yang tak-nampak, sesuai fengan cara berpikir manusia yang abstrak. Orang ingin makna, keteraturan sosial, dan percaya pada hal yang tak-terlihat.

Orang semakin percaya ketika mengalami “pengalaman beragama”, yang mistis,  seperti melihat kesembuhan seketika atau orang terhukum ketika bersalah.

Orang cenderung menafsirkan hal-hal seperti ini dengan keyakinan mereka. Agama sering diratifikasi, diberi “rating” dengan hal-hal seperti ini. Mereka bilang, “Agama kami sudah lama menjelaskan ini.”. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Mengatasi 5 Disfungsi Tim

Politik dan Teknologi untuk Manusia, Bukan Konsumen