in

Multitasking Menguras Sumber Daya dan Waktu Kamu

Penjelasan ilmiah, mengapa multitasking bisa menurunkan produktivitas kerja.

Bagaimana multitasking menguras sumber daya dan waktu kamu?

“Saya harus kerjakan bersamaan..”. Multitasking. Mengerjakan beberapa hal sekaligus dengan mengharapkan hasil optimal. Peralihan konteks secara sadar.

Fokus 1 tugas, abaikan gangguan. Bagus. Kamu bisa selesaikan banyak hal. Daya tanggap kamu terganggu. Orang (klien, kawan) harus menunggu dalam antrian, karena kamu baru pegang job 2 jika job 1 sudah selesai.

Kamu selalu “siap” untuk orang lain. Mereka maju. Kamu mendapat banyak job, dengan pekerjaan yang cenderung sama.

Prosesor komputer mengerjakan “task” serentak (kemudian diperkenalkan IBM tahun 1965, sebagai “multitasking”) dengan cara pengalihan konteks.

Misalnya, kamu sedang membuka Microsoft Word dan Google Chrome secara bersamaan (sama-sama sedang berjalan). Apa yang sedang kamu buka sekarang disebut “active window”, sedangkan yang lain disebut “background process” alias proses yang berjalan di belakang. Kamu bisa switching dengan Alt+Tab untuk melihat jendela aplikasi mana yang mau kamu aktifkan.

Jadi, bagaimana menerapkan ini ke dalam dunia nyata?

Jangan multitasking. Jika terpaksa, jangan terlalu banyak jendela terbuka, atau dengan kata lain, kerjakan satu per satu. Terapkan peralihan konteks.

Switching konteks bukan berarti bergiliran mengerjakan. Sumberdaya sistem tetap terpakai. Ini membuat sistem berjalan lambat, kecepatan download menurun, dan semakin banyak yang terbuka, semakin sumber daya terkuras.

Itu sebabnya, multitasking membawa hasil yang lebih buruk daripada fokus ke 1 pekerjaan dalam 1 waktu. Pengerjaan bisa lebih lama dan hasilnya buruk. [dm]

What do you think?

Perbedaan antara Kebiasaan, Rutinitas, dan Ritual

Mengatasi Kecemasan-Waktu