in ,

musim pemakaman

Musim Pemakaman

musim pemakaman datang.
membentuk kata dan bayang panjang.

bayang menelan bayang. abu pembakaran.
menggunung, percakapan.

di rumah, aku berdua dengan bulan musim hujan.
pagi terputus di celah jendela.

chopin membawa alam-malam,
bercerita tentang perang tanpa pahlawan.

rumah ini, setua lumpang batu di halaman.

mantra menjulur merayapi dinding.
air di matanya, kenangannya.

pahit sirih ia kunyah, mengusir lelah.
bau segenggam melati dari bawah bantal.

mantera dan garam, ia tebar,
menggedor langit setengah nganga.

meremas-remas maut bagai mainan.

rumah ini, tak pernah mati.
menyimpan api musim hujan.

tempat lelaki pulang.
dipeluk maut, sendirian.

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.