in

Kamu tidak Bisa Melakukan Pencarian-Silang dengan Google dan Facebook

Hanya di website bikinan sendiri, kamu bisa melakukan pencarian-silang. Bukan di Facebook, Google, apalagi blog.

Pencarian-silang berbeda dari pencarian literal. Pencarian literal, hanya mengetikkan query di mesin pencari. Hasilnya kamu pilih lalu membukanya. Ini sama dengan meminta sesuatu, lalu membukanya, satu per satu, sesuai selera. Kalau ketemu yang dibutuhkan, orang akan menganggap betapa sakti Google. Sebenarnya, Google hanya mencari. Website yang kamu temukan (dan kadang tidak diingat alamatnya, lupa bookmark juga) itu yang hebat. Dia memberikan informasi apa yang kamu butuhkan.

Pencarian silang, tidak demikian. Pencarian-silang (cross-reference) berarti melakukan (setidaknya) 2 kriteria pencarian secara serentak. Misalnya: saya ingin mencari, laptop warna hitam, VGA Nvidia, dengan harga di bawah 7 juta rupiah. Kalau terdapat 10 hasil (misalnya), bisa dibandingkan: apa mereknya, spesifikasi apa yang terdapat di dalamnya, dst. Ini bisa dipakai untuk mencari “keterkaitan” dan “persamaan”.

Tidak ada penelitian tanpa cross-reference.

Tahun 2010, Facebook mengizinkan pencarian-silang pada 2 akun. Jadi, saya bisa mencari apa persamaan (hobi, group, almamater, dll. sesuai isian) antara “Day Milovich” dan “seorang kawan” atau “sesama pemilik akun facebook”. Sekarang, atas alasan privacy, fitur ini tidak bisa lagi. Meskipun pihak Facebook tetap bisa melakukan pencarian-silang.

Pada situs jual-beli, cross-reference bisa dilakukan. Tepatnya, di website, kita bisa melakukan pembandingan 2 kritera secara serentak. Bukan di blog.

Seandainya fitur cross-reference ini menjadi bawaan (built-in) bagi Google dan Facebook, tentu wajah internet tidak seperti sekarang.

Sebuah website, bisa mendata: apa saja “judul tulisan” yang telah dibuat bulan kemarin, atau hari ini, atau kata-kunci apa yang membuat website ini ditemukan di Google.
Bukan hanya itu. Foto dapat diberi keyword atau “dihubungkan” dengan judul tulisan.

Facebook tidak bisa melakukannya. Tepatnya: fitur ini tidak disediakan di Facebook.
Facebook mudah untuk posting? Benar. Facebook mudah untuk mencari sesuatu? Tidak. Mudah untuk melakukan pendataan? Tidak.

Satu pertanyaan untukmu: Apa artinya menumpuk data dan berdiskusi dengan seru jika itu tidak searchable?

Saya tidak mempersoalkan “profile” atau “grup tertutup”. Mari membuka “group terbuka” dan buktikan bahwa kemudahan mencari itu ada di group. Content tidak ditemukan. Apalagi mengakses content pada komentar? Tidak ditemukan.

Saat saya menjelajah group Facebook yang penuh perdebatan politik, aspirasi warga, sampai kabar lokal, satu pertanyaan itu masih membayang di kepala: bagaimana mereka rajin posting foto, nge-flame (membakar suasana), dan berjualan, sementara “nanti” apa yang mereka tuliskan itu tidak terdata dengan baik?

Misalnya, saya membuka group “komunitas warga”. Banyak jenis group seperti ini. Di sana ada suara warga, protes, aspirasi, pertanyaan, rumor, dll. Ratusan status, mungkin lebih, lalu setelah itu bisakah dipantau dan dianalisis dengan cross-reference? Misalnya, saya ingin mencari: aspirasi warga yang bicara tentang “pemadaman listrik” selama 3 bulan terakhir, yang bicara siapa saja? Tidak bisa.

Bahkan saya pernah bertanya kepada seorang kawan, “Apa yang kamu lakukan dengan #semua status, foto, dan komentar yang pernah kamu posting di Facebook?”. Mereka tidak bisa mengaksesnya dengan cepat saat membutuhkan.
Paling banter, screenshot, atau: membagikan kenangan.

Pernah download #semua content di Facebook kamu? Saya sering. Setidaknya, saya punya arsip semua status, komentar, dan foto saya di Facebook. Jika kamu download content Facebook, maka semua status, foto, dan inbox, akan terdownload.

Namun ada sedikit “keanehan” pada hasil download ini. Pertama, komentar kamu tidak ikut di-download. Padahal, komentar itu menurut saya sangat berharga. Nggak asal, nggak hanya emoticon. Kedua, foto (sudah pasti) akan dikompresi, walaupun “dulu” kamu upload dengan mengaktifkan “kualitas bagus”. Ketiga, kalau ada inbox dari orang yang terblokir, percakapan dalam inbox dengan orang itu, tetap ikut terdownload, walaupun kamu sudah lama memblokirnya.

Kasus di group dan kasus download semua content di akun, membuktikan betapa lemahnya #fungsi Facebook dalam melakukan pencarian-silang.

Hanya pihak Facebook sendiri, yang bisa melakukan pencarian-silang. Kamu tidak. Atas nama privacy dan keterbatasan fitur, silakan berkoar-koar di Facebook. Kamu sendiri tidak bisa memanfaatkan data itu, secara efisien.

Politikus, tokoh masyarakat, ilmuwan, yang belum memahami pentingnya cross-reference untuk menggali data, tidak akan berhasil memakainya dalam perubahan sosial.

Sekali lagi: tidak ada penelitian tanpa cross-reference.

Bisakah kamu melakukan cross-reference dengan Google dan Facebook? Kalau kamu membuat website, kamu bisa menyediakan fitur cross-reference sendiri. Bukan blog.

Saya bisa membuat wesite yang bisa melakukan pencarian-silang (cross-reference). Hanya dengan scripting, kamu bisa membuat search engine sendiri, untuk Facebook dan Google agar mereka mau dipaksa melakukan pencarian-silang. [dm]

What do you think?