in

Pengakuan dan Antisipasi

Mengakui rencana kamu masih ada kelemahan, memang berat. Brainstorming pikiran negatif agar rencana kamu lebih baik.

Saya mendapatkan job menguji keamanan website dan menilai desainnya. Setelah job selesai, saya memberikan summary yentang celah keamanan dan kelemahan desain.

Bukan saya yang harus memperbaiki.

Ini seperti pertempuran. Musuh membuat benteng, saya boleh menyerang dan memasuki benteng itu dengan  cara apapun.

Saya memilih tidak memberitahukan identitas saya. Pekerjaan ini menggunakan perantara.

Saya pernah di posisi “pembuat”, di mana saya tersinggung ketika hasil pekerjaan saya “kalah” dalam uji keamanan.

Selalu ada celah. Tidak ada yang benar-benar aman.

Kabar baiknya, saya mengalami satu hal tak terlupakan, yang menjadi pelajaran seumur hidup.

Mengakui bahwa pekerjaan kita tidak sempurna, mengakui ada kelemahan di balik rencana saya. Yang lebih berat lagi, saya harus melakukan perbaikan.

Percayalah, itu “pengalaman pertama”. Orang-orang hebat, pernah mengalami kegagalan. Mereka melakukan antisipasi dan perbaikan. Mereka mengerti, ketidaksempurnaan adalah bagian dari tindakan.

Kebal dari ejekan itu mudah. Mengakui kepada diri sendiri bahwa kita mau lebih baik, itu jauh lebih berat.

Actionable:

  • Buatlah pengakuan kepada diri sendiri, secara terbuka, agar kita tahu bagian mana yang bermasalah.
  • Selalu terbuka pada kemungkinan buruk. Antisipasi.
  • Jangan mengulangi kesalahan sama. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Menghitung Harga Layanan

Media dan Serigala