Menulis proposal yang berpeluang deal 99%
Periksa lebih detail, agar proposal yang kamu buat, berepluang deal. (Credit: dreamstime)
in

Proposal Ini Berpeluang Deal

Bukan penawaran, melainkan untuk mengeksekusi gagasan.

Tuliskan ringkasan. Yang paling ringkas dari ide proposal kamu. Hanya 1 kalimat atau 1 paragraf saja. Termasuk kapan, siapa yang terlibat, berapa biayanya. Letakkan summary paling depan, buat seringkas dan semenarik mungkin.

Tuliskan gagasan dasar, bagaimana peraturannya, apa yang bisa klien dapatkan, perlihatkan nilai, jelaskan bagaimana mengeksekusi gagasan kamu bersama klien.

Timing adalah segalanya. Tentukan waktu, bersama, yang bisa kamu kerjakan. “Kapan” harus mempertimbangkan: pelaporan, tutup-buku, kesempatan, penjadwaaln, ketersediaan sumber daya, jadwal project lain, dll.

Klien harus tahu, berapa biaya project ini.
Jika klien bertanya, “Kamu dapat uang berapa?”, jawab saja, “Pikirkan uang yang bisa kamu hemat..”. Jelaskan nilai-lebih yang kamu tawarkan. Orang melakukan karena menginginkan, bukan sekadar karena penjelasanmu rasional.

Ada beberapa macam biaya: 1. Biaya pembuatan; 2. Biaya perawatan, termasuk di dalamnya: purnajual, operasional bulanan, oengelolaan, dll; 3. Biaya gagasan; dan 4. Biaya fokus. Kalau kamu sedang mengerjakan project lain, namun ini membutuhkan fokus, termasuk kecepatan, seperti itulah biaya fokus. Jangan hanya memprioritaskan pembuatan. Jelaskan di mana akar masalahnya, jika 4 biaya itu terabaikan.

Tuliskan di mana penghematan terjadi. Penghematan bisa terjadi dalam bentuk: efisiensi, all-in-1, kecepatan, keandalan sumberdaya manusia, dan ketepatan sasaran. Jumlah total selalu bisa dijelaskan pemakaiannya.

Tuliskan strategi yang akan kamu jalankan, jangan jelaskan taktiknya. Strategi adalah rencana yang akan kamu jalankan, berdasarkan metodologi tertentu. Sedangkan taktik menerjemahkan strategi, berupa langkah dan tahapan apa saja yang akan kamu jalankan. Bentuknya adalah jadwal, siapa yang mengeksekusi, dan apa yang mau dilakukan, secara kronologis. Berikan ukuran keberhasilan agar kemajuan bisa dilacak, hambatan bisa kamu atasi.

Gunakan data terbaru. Jika belum ada datanya, lakukan inovasi. Pastikan yang kamu sampaikan dapat diprediksi, terukur “berapa” dan “bagaimana”. Antisipasi kerugian.

Tunjukkan seperti apa peraturan (produk hukum) yang berlaku, agar ada rasa aman. Perlihatkan, project kamu sejalan dengan program klien. Selaras, bukan hanya relevan.

Jual hasil, bukan jual tujuan. Jelaskan, apa hasil dari project ini. Proposal itu untuk “mengeksekusi gagasan”, bukan “merencanakan sesuatu”. Jadi, ukuran keberhasilannya harus jelas dan bisa diukur kegagalannya.

Jabarkan angka dengan deskripsi. Usahakan proposalmu harus self-talk, namun jangan terlalu detail.

Gunakan studi kasus yang pernah berhasil, jika pernah ada project serupa. Gunakan studi kasus yang pernah gagal, yang dialami orang lain.

Sertakan testimonial, dan referensi dari klien yang pernah berhasil.

Rahasiakan detail prosedur, sumber, dll. yang menjadi rahasia pekerjaan kamu.

Project ini bisa dikerjakan bersama. Sebagus aappun, libatkan “yang lain”. Tentukan peran masing-masing. “Bersama” berarti berbagi tugas dan keuntungan. Project desain sering gagal karena klien tidak tahu apa saja yang perlu disediakan.

Jangan mengirimkan proposal sebelum terjadi kesepakatan harga.

Jangan deal hanya melalui email atau chat. Buat panggilan telepon langsung, jika tidak bisa bertemu. Kecuali, kamu sudah pernah deal dan klien kamu terpercaya. Pastikan kamu punya bukti sah kesepakatan yang kamu lakukan. [dm]

What do you think?

6779 points
Upvote Downvote