in

Proses yang Berat

Jangan kehilangan detail ketika menilai pekerjaanmu. Mungkin prosesmu belum seberapa.

Sia-sia, seringnya belum tentu suatu “keadaan” sebenarnya. Sia-sia, seringnya merupakan penilaian, berdasarkan standar tertentu, buatan orang lain. Hanya anggapan.

Sebaiknya, jangan mudah menganggap sesuatu itu sia-sia.

“Sia-sia kamu berlatih, musuhmu lebih hebat..”. Ingat selalu, keadaan kamu akan lebih baik jika kamu tidak berhenti berlatih dan jika latihan kamu optimal.

Penilaian orang lain, tidak terlalu berbahaya. Dengarkan saja. Yang berbahaya, kalau perasaan “sia-sia” datang dari dirimu sendiri.

Kamu merasa sia-sia, ketika..

  • Terlalu mendengarkan orang lain.
  • Tujuan kamu pada hasil dan jumlah.
  • Ukuran yang kamu buat, terlalu tinggi.
  • Kamu belum terlalu keras berusaha.

Kadang, tujuannya bukan menghancurkan musuh dengan sekali pukul. Tujuannya mungkin hanya untuk menguatkan tangan kamu.

Usaha yang tidak memadai, tidak layak dijadikan sebagai opsi. Baru 10 menit baca buku sudah mengantuk, sudah menyimpulkan, “Membaca membuat saya mengantuk, itu sebabnya saya sering berhenti membaca.”. Setiap menyalakan komputer, perhatian sering teralihkan sehingga lupa tujuan “mau menulis”. Seandainya usaha kamu diteruskan, masalah akan berbeda.

Tidak ada yang sia-sia. Mungkin belum kamu optimalkan. Mungkin kamu belum melangkah lebih jauh. Mungkin kamu perlu berdarah.

Satu catatan yang perlu kita ingat: “sia-sia” tidak sama dengan “sunk cost fallacy”. Dalam “sunk cost fallacy”, seseorang merasa sudah terlanjur, kemudian memilih tidak mundur karena sudah terlanjur mengeluarkan biaya. “Sunk cost fallacy” termakan oleh tipuan “totalitas”, karena sudah terjanjur basah. Sedangkan yang akan kita lawan, untuk tidak segera mengatakan “sia-sia” adalah, perhitungan yang lebih tepat. Tidak berhenti karena anggapan awal.

Penilaian salah sering berasal dari proses yang belum seberapa.

“Sia-sia kamu mengejarnya, ia tidak akan membalasmu..” kata orang itu. Mungkin pendekatanmu belum berdarah. Terlalu sama dengan lelaki lain. Mungkin itu hanya penilaian orang itu, yang tidak melihat kamu-yang-besok. Jangan berhenti.

“Tidak sia-sia”artinya, masih ada langkah berikutnya. Janganberhenti. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.