in

Ramalan Sang Tokoh

Kita perlu bertanya, “Berapa lama?” dan “Bagaimana kita bisa terlibat?”.

Stupid. Kebodohan yang dikabarkan. Mengatakan, Tokoh X sudah mengatakan ini 6 tahun yang lalu.. Kemudian apa yang ia katakan itu dianggap pendukungnya sedang terjadi sekarang. Tokoh itu dianggap melampaui zamannya. Benarkah demikian?

Dengan kata lain, orang-orang melakukan self fulfilling prophecy. Suatu saat, ini akan terjadi…

Kita perlu bertanya, “Berapa lama?” dan “Bagaimana kita bisa terlibat?”.

Kebanyakan orang tidak bertanya “Berapa lama lagi?” karena ramalan itu hanya ramalan. Tidak menjelaskan masalah yang sebenarnya, tidak memberikan clue tahapan apa saja yang perlu kita kerjakan, dan hanya membuat semua pendukungnya menunggu.

Lebih mengherankan lagi, jika itu bencana yang sebenarnya bisa dicegah. Sudah tertulis di sini.. yang ini pasti akan hancur. Sekali lagi, itu kebodohan. Satu atau seratus juta orang yang melakukan, kebodohan tetaplah kebodohan.

Para ilmuwan sudah jelas menunjukkan bukti tentang kerusakan lingkungan-hidup dan cara kita yang salah dalam bekerja dan konsumsi, tetapi kita menganggap itu sebagai ramalan. Sebaliknya, sesuatu yang belum pasti, hanya karena ramalan, kita anggap akan terjadi. Kita terjebak dalam membaca ramalan dengan Mitos Croesus dan Casssandra.

Kebodohan terjadi karena orang menunggu terjadinya sesuatu yang diramalkan. Hanya menunggu.

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Yang Lebih Penting dari Mission Statement

Promosi Buruk