in

Bahaya Masuk “Ruang Gema”

Mungkin setiap hari kamu memasuki “ruang gema” (echo chamber) — ketika sedang buka medsos.

Ruang gema atau “echo chamber“. Kamu mendengar suaramu sendiri, yang bergema. Ruang yang menipu kamu, seolah-olah ada orang lain di situ, padahal kamu hanya dengar suara yang sama.

Terjadi ketika orang berkumpul, sebenarnya mengisolasi diri, dengan mencari hobi, wacana, dan orang-orang yang sama.

Penghuni “echo chamber” (ruang gema), sering berkata, “Saya suka di situ. Kami satu hobi, membincang masalah sama. Ternyata saya menemukan mereka yang satu pandangan dan sejalan dengan saya”.

Ruang seperti itu, berbahaya bagi dirimu.

Orang suka “ruang gema” bukan karena kecocokan. Mereka ingin dapat status atau menemukan afiliasi suku, dengan mematuhi peraturan. Status afiliasi suku ini “mengancam”. Agar gema terjadi. Agar pendapat kamu memperoleh “pembenaran”.

Bagaimana kita melihat “ruang gema” membenarkan apa yang kita suka?

“Echo chamber” mengubah pikiranmu menjadi “seperti orang lain”, rata, dan buih di atas gelombang. “Kita sama, mari bersatu. Ada banyak orang lain seperti kamu di sini.”.

Ruang ini mengisolasi kamu dari fakta atau opini yang berbeda. Kamu diminta untuk tidak-tergoyahkan. Menyampaikan gagasan berbeda, dari orang luar, hanya untuk dibantai di dalam ruangan, akan menjadi disiplin yang disukai kawan-kawan penghuni “echo chamber“.

Ruang ini bisa berubah warna, pemikiran di dalam ruang ini dapat saja berubah, ketika tidak dapat mengatasi masalah, atau tidak dapat menjawab pertanyaan dari luar. Banyak perdebatan di dalam, hanya untuk membenarkan suara kamu sendiri.

Bagaimana cara keluar dari “ruang gema” ini?

Dengan mengetahui karakter “echo chamber“, maka kamu dapat menyusup dan menghancurkan “echo chamber“. Atau tidak memasukinya sama sekali.

Grup di Facebook, website hobi, perkumpulan internal, pendukung ideologi (apalagi agama) tertentu, adalah contoh bagus dari “echo chamber“. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Bagian Terberat dalam Funneling

Keinginan dan Keputusan yang Rusak Karena Efek Jaringan dan Industri