(Credit: ShutterStock)

Kamu Boleh Tidak Datang

Dapat undangan, kamu boleh tidak datang, atau kemungkinan: pertemuan ditunda. Bagaimana sikapmu?

Undangan pertemuan yang membolehkan kamu tidak datang.

Kamu memilih tidak mengikuti pertemuan?

Kelompok 1, diundang ke rapat dan diberi catatan: “Kamu boleh tidak datang”. Apakah ia akan datang?

Orang tidak datang, belum tentu karena berhalangan (jarak, waktu, acara lain, dll.). Mungkin pertemuan itu tidak menyenangkan.

Pertemuan sering mengkondisikan seseorang untuk abstain. Bersuara netral. Akhirnya suara itu menjadi proxy, dialihkan untuk orang lain.

Pertemuan yang tidak membuat semua orang didengarkan, membuat orang tidak mau bertemu. Orang akan memilih mengikuti acara lain.

Kelompok 2, kamu beri undangan, kemudian kamu beri catatan di bawah: “Pertemuan ini, kemungkinan diundur”.

Siapa yang tidak marah dengan catatan di undangan itu? Mereka yang tidak butuh rapat itu. Mereka yang menemukan, bahwa pertemuan ini mengecewakan seperti kemarin.

Senang rasanya, diberi catatan yang bisa menjadi alasan bagi saya untuk tidak datang.

Cobalah mencari tahu. Siapa yang ingin membatalkan pertemuan karena ada urusan lebih penting? Siapa yang ingin pertemuan besok lebih berkualitas daripada kemarin?

Mereka ini sudah menyiapkan “agenda jelas”. Bahan perbincangan yang bisa mereka lakukan di group, termasuk penugasan, sudah “selesai” sebelum rapat.

Mereka dapat berbicara lebih intensif dan menghasilkan ketetapan.

Pertemuan akan lebih produktif jika semua orang berpeluang berbicara. [dm]