in

Antisipasi

Memperjelas hambatan sejak awal, dengan “antisipasi”.

“Apa yang membuat ide ini terhambat?”. Saya sering bertanya itu, kepada diri-sendiri.

Banyak penulis dipaksa menyingkirkan hambatan di tengah jalan-kreatif. Seringnya, tidak diberi “cara”, hanya diberi “tujuan”. “Pokoknya, kamu harus bisa dan tetap semangat.”. Dengan cara bagaimana? Tidak dijelaskan.

Perjalanan kreatif sering hancur ketika hambatan membentang di tengah jalan. Mood sudah datang, ternyata aplikasi error. Tidak menemukan referensi yang ia butuhkan. Siap bekerja, orang sebelah selalu mengajak berbicara. Banyak hambatan, ide mati di tengah jalan.

Eksekusi gagasan adalah bagian dari gagasan. Kamu perlu menguji gagasan itu dengan cara  menjalankan gagasan itu.

Seorang kawan berkata, “Saya bertemu kemalasan setiap jam 9 pagi, tepat ketika saya bangun. Betapa senangnya, bisa tahu, kapan kemalasan akan datang.”. Ia membuat citraan dalam pikiran, seolah-olah hanya itu hambatan besar yang ia hadapi setiap hari. Lainnya, akan mudah disingkirkan.

Mulai dengan: singkirkan hambatan terbesar.

Yang terbesar, biasanya kontekstual. Bergantung pada situasi dan kondisi yang tidak kita kuasai.

Ketika laptop sering error, padahal kamu bekerja dengan laptop, maka “laptop error” menjadi hambatan terbesar “sekarang”. Bergeser, naik level, atau melompat di keadaan berbeda, masalah dan hambatan pasti berbeda. Kontekstual.

Jika kamu menguasai keadaan bernama “sekarang”, gagasan akan ngebut kencang tanpa hambatan.

Kamu perlu antisipasi. Kata yang membuatmu melakukan antisipasi adalah kata “antisipasi” itu sendiri.

Persiapkan kemungkinan buruk, agar kamu bisa menulis kapan-saja.

Hambatan adalah bagian dari jalan yang kamu lalui. Kamu tidak perlu membencinya. Kamu hanya perlu tahu bagaimana memperlakukan hambatan itu.

Buatlah “permainan implikasi”.

“Jika hal buruk bernama X datang, saya akan lakukan ini..”.

Permainan aksi-reaksi ini dijelaskan James Clear dalam buku Atomic Habits. James Clear tidak detail menjelaskan pentingnya antisipasi.

Kuncinya pada pembiasaan, serta mencoba alternatif paling ampuh.

Dulu sekali, setiap saya buka laptop, selalu saja ada yang bertanya, “Apa yang kamu kerjakan? Mumpung bertemu denganmu, bisakah saya bertanya tentang..”. Saya memilih bekerja di tempat sepi. Cara ini tidak ampuh bagi saya.

Kemudian, saya menemukan cara ampuh. Buka laptop, katakan kepada orang di sekitarmu, “Saya akan bekerja,” kemudian pasang headset. Saya bisa bekerja di tengah orang banyak, tanpa terganggu. Dengan menerapkan pomodoro timer, saya lepas headset setelah 30 menit. Break sebentar. Melanjutkan bekerja lagi.

Saya membuat #daftar berisi “kemungkinan buruk” dan “cara mengatasi”. Sekali lagi, ini kontekstual dan semua orang berbeda-beda.

  • Cari arti kata Jawa < Sastra.org
  • Lapar di tengah jalan? < Aqua dan roti di jok motor
  • Akun semRush habis? Cek tanggal 20. Update.

Tentu ada banyak baris di daftar itu, tergantung pekerjaan masing-masing. Ketika tidak sedang bekerja, saya melakukan “maintenance” dan “optimasi”, berkaitan dengan pekerjaan saya.

  • Apa yang terjadi jika..
  • Bagaimana cara tercepat untuk..
  • Bisakah saya lebih mudah dalam melakukan..

Terkait dengan pekerjaan, sekali lagi.

Bawa bolpen dan kertas, sekalipun kamu selalu andalkan Android dan laptop. Membuat dokumen di One Drive agar bisa saya akses dari mana saja. Browsing, browsing, dan browsing.

Terjadilah petualangan di situ. Menemukan hal-hal baru.

Ketika ide datang, kita bisa jalankan proses kreatif tanpa banyak hambatan. Ide kamu terhambat ketika sedang-akan melakukan eksplorasi, datang masalah dari luar.

Apa saja itu? Peralatan bermasalah. Metode belum kamu uji. Ukuran keberhasilan berubah. Ada pemain lain yang mengacaukan permainanmu. Kamu bingung, setelah ini apa. Ketika kamu sedang memakai mendesain template dalam sistem kerja per jam, klien akan kecewa ketika kamu tidak tahu tentang color harmony dan golden mean. Seharusnya, kamu berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan dasar, ketika sedang tidak-bekerja, bukan ketika orang menunggu. Latihan. Menjelajah. Membuka arsip. Mencoba dan gagal.

Semua kata itu bisa diwakili dengan 1 kata: “antisipasi”.

Antisipasi membutuhkan kalimat pemicu, “Apa yang akan membuat ide ini terhambat?”.

Antisipasi membuat penghambat tersingkir dari jalan dan kamu melakukannya tanpa-usaha, alias sangat enteng. Antisipasi membuatmu sehat dan tidak tidur panjang. Antisipasi membuat dompetmu selalu ada uang. Antisipasi membuatmu tidak kelabakan, “Saya harus bagaimana?”. Antisipasi adalah kawan terbaik ketika mencoba dan menyiapkan kemungkinan. Antisipasi, tahu sebelum sesuatu terjadi. Antisipasi, membuat strategi terwujud dan taktik beradaptasi dengan baik. Antisipasi bisa membuatmu mendekati orang tersulit, menembus tembok tebal, dan mendatangkan bala bantuan yang membuatmu memenangkan pertempuran. Antisipasi adalah bisikan dari masa depan yang sedang kamu ciptakan sekarang. Antisipasi adalah kepastian yang membuat hambatan menjadi tidak berarti, setiap kali kamu mengeksekusi gagasan. Lakukan antisipasi.

Dalam 10 menit, kamu bisa lakukan banyak hal, jika ada kata “antisipasi” di dalam pikiran. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.