in

Berkawan dengan Masalah

Catatan ini terjadi, karena ada banyak masalah yang dihadapi kawan-kawan saya, atau menurut saya mereka ini bermasalah.

Pada suatu malam sebelum tidur, saya memikirkan hal-hal yang bisa membuat hidup saya bermakna. Saya lebih suka mengurai masalah, sampai menemukan apa sebenarnya yang menjadi masalah. Tidak jarang, apa yang kita anggap sebagai masalah, ternyata bukan masalah. Saya suka cara berpikir divergent, yang bisa mengubah satu masalah menjadi lebih banyak solusi. Saya tidak suka problem solving.

Catatan ini terjadi, karena ada banyak masalah yang dihadapi kawan-kawan saya, atau menurut saya mereka ini bermasalah. Saya tidak bisa menjawab semua masalah mereka, lagi pula, saya tidak mau terlalu terlibat untuk menyelesaikan mimpi orang lain. Maaf.

Hasilnya, catatan ini.

  1. Pikirkan manusia, “Siapa yang senang jika saya lakukan ini?”. Buat orang yang kamu cintai senang, bukan karena ia memerintahkan itu.
  2. Untuk urusan teknis, “Bagaimana saya bisa lebih cepat dan lebih baik?”.
  3. Lakukan hal-hal terpenting dan rutin, maka kamu tidak akan bertemu dengan hal-hal mendesak.
  4. Pendapat orang lain adalah milik orang lain. Generasi kemarin tidak bisa menentukan apa yang akan kamu lakukan sekarang.
  5. Penanda orang yang tidak berbuat adalah menderita ketika membayangkan masalah.
  6. Tindakan bodoh mayoritas orang: Hidup dalam derita karena pilihan mereka sendiri dan tidak mau berpindah menuju keadaan yang lebih baik hanya karena menganggap itu ujian dari Tuhan. *) Kebanyakan orang tidak menyadari, mungkin itu hukuman dari Tuhan karena tidak melakukan pilihan yang lebih baik.
  7. Fokus pada perbaikan. Saya lebih baik daripada saya yang kemarin. Tanpa perlu membandingkan-diri dengan orang lain.
  8. Hidup bukan gladi bersih. Jangan mengulangi kesalahan sama.
  9. Rajin membaca. “Ada buku yang membahas pertanyaanmu..”. Ini salah satu kalimat andalan saya.
  10. Kamu disebut terobsesi, jika belum mau mati sebelum menyelesaikan ide ini.
  11. Beberapa hal dalam hidup ini, hanya bisa dipelajari melalui tindakan. Cinta. Empati. Leadership.
  12. Pekerjaan sulit apa yang saya lakukan hari ini? Semakin sering kamu menemukan pekerjaan sulit, yang tidak terlihat orang lain, semakin kamu kreatif.
  13. Jangan pakai sepertiga waktu-hidupmu untuk tidur. Jangan pakai duapertiga waktu-hidupmu untuk tidak menyadari waktumu.
  14. Kurangi toleransi jika itu membuatmu “rata” dan “menjadi rata-rata” seperti orang lain.
  15. Inisiatif memiliki banyak bentuk. Memiliki koneksi yang lebih baik, bertanya hal baru lebih awal, dan mengajak orang lain meraih mimpi yang sama.
  16. Lakukan hal benar, dengan benar.
  17. … seharusnya kamu tambahkan sendiri lebih banyak di nomor ini dan seterusnya.

Saya ingin jadikan itu thread di Twitter, ternyata lebih baik menjadi catatan untuk diri sendiri. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Membangun Kepercayaan Publik

Rahasia Keunggulan Minoritas