in

Menciptakan Momen Kecil yang Ubah Jalan Hidup Kamu

Peristiwa tak-terduga sering ubah jalan-hidup seseorang. Begini cara ciptakan momen seperti itu.

Kita sering dengar, dalam acara resepsi pernikahan, orang bertanya, “Bagaimana ceritanya kamu bisa kenal isterimu?”. Atau ketika melihat bisnis sukses seorang kawan, kita bertanya, “Bagaimana kamu bisa bisnis di bidang ini?”. Kita sering heran, bagaimana mereka bisa saling-kenal, padahal jauh. Orang “tanpa sengaja” terhubung dengan orang lain, padahal awalnya mereka tidak terlalu kenal.

Ikut klub Mountain Bike, dapat suami. Flashdisk error, ada yang baik hati menolong sampai skripsi selesai. Pas iseng duduk melihat anak-anak kecil bermain, tiba-tiba ada yang mengajak makan.

Banyak peristiwa kecil dalam hidup, justru mengubah hidup kita sepenuhnya. 

Masalahnya, bagaimana menciptakan moment seperti itu?

Keluarlah dari rute keseharian dan jangan tekan peluang jaringan kamu sendiri.

  • “Commuting”, secara tak-langsung, membuat rute keseharian: jalan, orang yang kamu temui, pekerjaan, “Apakah hampir sama dengan kemarin?”. Coba kopi di tempat lain, parkir di tempat berbeda, dan jalani rute berbeda.
  • Jangan terjebak penyaringan (filtering). Kita sering bertanya, “Siapa orang itu? Bagaimana latar-belakang orang itu?”. Kemudian menyimpulkan, “Orang ini tidak menarik. Orang ini tidak relevan dengan pencarian saya.”. Ini menutup peluang untuk -open mind- terhadap orang lain. Orang yang percaya konsep mind reading (membaca pikiran orang) sering terjebak pada penilaian statis berdasarkan bahasa tubuh, prediksi, pemakaian kata, dll.
  • Coba berbicara dengan kawan yang paling tidak menarik. Perpecahan sosial dan bias berpikir-kelompok, terjadi ketika sejak kecil seorang anak tidak dibiarkan bersosialisasi dengan kawan yang tidak mereka suka. Jelajahi sesuatu yang pinggiran, yang tidak diperhatikan orang. Sesuatu yang baru dan mengundang petualangan.

Saya jelaskan bagaimana keluar dari rutinitas ini, dalam “Seni Mengamati“.

Kita sering menekan peluang jaringan kita sendiri. Pelecehan, intimidasi, ancaman pekerjaan, kegagalan, sering mendorong kita untuk menutup diri, menciptakan titik-buta di mana kita tidak melihat sumber daya, sekutu, dan peluang kita. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.