in

Memperkuat Kemungkinan

Kamu bisa, jika mau memperkuat kemungkinan.

Iya, tidak, dan mungkin. “Iya” berarti positif, berhasil, dan bisa. “Tidak” berarti tidak, negatif, belum, sulit, dst. “Mungkin” berarti bisa iya, bisa tidak. 

Untuk mewujudkan “hal ini”, perlu beberapa faktor pendukung. Untuk memenuhi itu, kita lakukan satu cara: perkuat kemungkinan. Semakin kuat kemungkinan, semakin bisa terwujud. Mendekati “iya”. 

Mereka belum kreatif? Perkuat kemungkinan untuk kreatif. Mereka belum bisa mandiri? Perkuat kemungkinan mandiri. Kita hanya perlu memperkuat kemungkinan.

Ngehit, menjadi trending, de jour, dan ambisi media sosial. Dapat point, Like, “seperti” popularitas. Sebenarnya, optimasi algoritma, penyisip iklan, profit, Keterlibatan, kemanusiaan samar-samar. Kepedulian imitasi.

Dan toleransi terhadap kegilaan, kemarahan, dan menukarnya dengan satu kata: daya tarik.

Entah apa budaya mereka, siapa nama mereka, dan kepemimpinan macam apa yang membangun kerumunan ini.

Anggap saja ini pertunjukan. Ada Si Jahat yang jujur ingin membuat kekacauan, memperlihatkan cara-kerja dunia media sosial versi dirinya. Yang tidak mengganti kata “bahagia” dengan kemanusiaan. Tidak ada yang mau memperlambat kecepatan. Mereka mencari perhatian.

https://telegra.ph/file/6b3180119416b2e1a2187.png

Saya menjelaskan gambar ini dalam Workshop Manajemen Media Online

Mari perkuat utasnya, simpul-simpulnya. Bukan dengan memperbesar pusat.

Biarkan disinformasi terjadi, kalau terpaksa, namun jangan teruskan. 

Pelan-pelan, belajar menerima ritme yang lain. Tidak harus mengajak orang terlibat melulu, mengerjakan dunia versi kita. Masih banyak hobi lain. Dunia sangat luas.

Perkuat kemungkinan. Pilih kamu ingin menjadi siapa. Buat pekerjaanmu sendiri. Jangan “sebagaimana orang lain”. Jangan menjadi default. [dm]

What do you think?

99 Pertanyaan untuk Menulis Catatan Harian

Creative Agency Kamu Bermasalah