Bahaya Terlalu Fokus kepada Tujuan

Lacak dan ukur output, itu lebih utama daripada terlalu fokus kepada tujuan.

Lacak dan ukur output, itu lebih utama daripada terlalu fokus kepada tujuan.

Orang sering menetapkan tujuan, namun tidak berhasil mencapai tujuan itu. Ingin kaya, ingin pintar, ingin menang. Mereka menabung dan bekerja keras, mereka belajar, mereka berlatih. Dan seringnya gagal. Nassim Nicholas Taleb menyebut ini, karena orang dibodohi oleh keacakan.

Penyebabnya, salah satunya karena terlalu fokus kepada tujuan. Kurang memikirkan cara.melacak dan mengukur output.

Output tidak sama dengan tujuan.

Output itu seperti “produk jadi” dan bagaimana hubungannya dengan sistem yang kamu bangun. Menulis setiap hari adalah sistem, sedangkan menerbitkan buku tahun ini adalah output.

“Output” tidaklah sama dengan “tujuan” karena dalam output, kita mengendalikan semua variabel. Kamu bertujuan ingin menang dalam pertandingan ini, namun terlalu banyak variabel di dalamnya.

Tujuan kamu mungkin ingin ngehit, mendapatkan tambahan 52 subscriber (pelanggan, pembaca-tetap blog) minggu ini, tetapi kamu tidak bisa mengontrol siapa saja yang mendaftar.

Kamu bisa mengendalikan output untuk mencapai tujuan itu, misalnya: mengatur-ulang kapan postingan-baru akan kamu terbitkan.

Contoh lain dari tujuan adalah mendapatkan promosi (kenaikan pangkat). Kamu tidak bisa kendalikan itu. Yang bisa kamu kendalikan adalah: memperbaiki kualitas pekerjaanmu.

Contoh lain output adalah: menyelesaikan 2 desain minggu ini. Output lebih jelas dan terukur, namun tujuan tidak sepenuhnya bisa kamu kendalikan.

Fokus kepada output, jangan kepada tujuan.

Fokus pada apa yang sekarang dan di sini. Saya ingin tahu cara-terbaik membuat minuman ini. Saya ingin tahu bagaimana memasukkan online form ke dalam map, agar bisa dipakai untuk survey. Saya ingin pelajari grounded theory.

Saya bisa kendalikan “output”. Itu adalah jalan mencapai tujuan. [dm]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *