Image: KinstaCDN
in

Daftar Periksa untuk Bekerja dari Jauh

Terapkan daftar ini agar tetap produktif dan menikmati gangguan ketika bekerja dari jauh. : )

Tidak semua orang suka ngantor. Mondar-mandir rumah-kantor setiap hari, sangat menghabiskan waktu dan biaya. Kalau bekerja di rumah, suasana kantor tidak perlu dipindahkan. Saya sendiri tidak suka ngantor. Saya lebih suka remote working.Β Kantor adalah kultus yang dirancang untuk mengorbankan waktu kamu secara sukarela demi mesin dan sistem.

Memang, remote working tidak selalu bisa diterapkan dalam semua jenis pekerjaan. Hanya pekerjaan kreatif, pemgiriman file secara digital, dan kolaborasinyang mengatasi geografi, yang cocok dengan remote working. Desain, menulis, webmaster, “memelihara” channel YouTube, mengelola media sosial, digital marketing, semua itu cocok untuk remote working. Daftarnya tentu masih panjang.

Mengapa saya suka? Remote working lebih menghargai perbedaan, di mana orang bekerja dengan konteks dan lingkungan masing-masing, namun tetap memiliki komitmen sama. Peralatan yang berkaitan dengan hobi saya, tidak tersedia di kantor. Pulang-pergi dan mengikuti ritual kantor, lebih mahal. Biarlah para petinggi perusahaan yang masih tidak percaya produktivitas di balik remote working, menghadapi masalah sumberdaya, hanya memperkerjakan talen lokal (radius 30 mil).

Distraction” dan “drama” merupakan nilai default di kantor. Bertatap-muka tidak selalu lebih baik, justru lebih banyak drama dan gangguan tak-terduga. Remote working lebih sehat. Hubungan saya dengan kawan dan keluarga, lebih dekat.

Nilai default dari remote working, terjadi sebaliknya. Isolasi lebih mendukung kerja-mendalam. interupsi eksternal dapat ditekan menjadi lebih rendah.

Percayalah, saya tetap bekerja tanpa kamu awasi. Remote working itu bentuk smart working. Waktu lebih efisien.

Jangan dikira, remote working itu mudah. Orang sering tidak tahu, kita sedang apa. Pekerjaan seperti tidak terlihat. Kamu tidak perlu selalu kelihatan online dan siap. Yang penting, selesaikan pekerjaanmu. Remote working tidak untuk cari-muka, apalagi share kesungguhan kamu di media sosial. Tidak perlu.

Jika kamu senang melakukan pekerjaanmu, maka kamu sama dengan tidak bekerja. Pekerja dari jauh, lebih sering melakukan pekerjaan di luar jam kantor. Mereka tidak membedakan membahas ide di siang hari atau di malam hari, selagi ada waktu.

Selain itu, ingat selalu, bahwa yang harus siap bekerja dari jauh bukanlah kamu tetapi orang di sekitarmu. Apakah orang di sekitarmu menganggapmu bekerja? Apakah orang di dekatmu rela tidak segera mendapat jawaban darimu dan tahu kamu sedang serius di dekat jendela? Apakah mereka tahu kalau kamu tidak sedang melamun melainkan sedang memecahkan masalah?

Berikut ini, daftar-periksa kalau kamu mau bekerja dari jauh.

Mindset

☐ Ukuran pekerjaan berhasil: (1) Tidak melanggar deadline; (2) Kualitas sesuai harapan; dan (3) Tidak mengganggu pekerjaan orang lain.
☐ Tenangkan dirimu. Semua pekerjaan selalu ada masalah.
☐ Kunci bekerja dari jauh: kemampuan (skill), komitmen, empati, kepercayaan, sumberdaya teknologi, dan komunikasi.
☐ Orang yang saya ajak bekerja, memiliki perbedaan budaya.
☐ Cermat dalam ekspektasi, perilaku, dan bahasa.
☐ Tidak ada delay (penundaan). Kalau kamu patuh kepada dirimu sendiri, kamu tidak bisa patuh kepada orang lain dan tidak mungkin lakukan perubahan.
☐ Prioritas tertinggi: deadline, kualitas pekerjaan, dan project berikutnya.
☐ Tepat waktu berarti menghambat.
☐ Bangun pengertian dengan orang sekitar. Kamu siap remote working, tetapi orang sekitarmu belum tentu siap.
☐ Tidak ada hambatan peralatan
☐ Tidak ada hambatan komunikasi
☐ Break sebagai bagian inherent dari bekerja
☐ Ciptakan lingkungan sesuati selera kamu
☐ Jangan tertekan oleh kegelisahan orang lain
☐ Jadilah dirimu sendiri. Kalau peraturan memakan kreativitas dan produktivitas, ubah peraturan itu.
☐ Selesaikan masalah, bantu yang-lain, dan tunjukkan kemampuanmu, sebelum minta orang lain memperhatikan kamu.
☐ Siapkan usulan lengkap sebelum kamu kirimkan.
☐ Tetapkan prinsip-prinsip komunikasi dasar. Kapan kamu bisa ditelepon? Kepada siapa auto-reply kamu terapkan ketika tidak aktif? Apa yang tidak boleh di-screenshot? dst. Dalam hal apa kamu bilang “Tidak”?
☐ Saya terbiasa menerima gangguan dan tahu bagaimana mengatasinya.
☐ Orang di sekitar saya tahu kapan saya sedang bekerja.

Habits

☐ Jangan pernah bekerja dari tempat tidur. Kamu butuh tidur berkualitas tanpa gangguan peralatan elektronik.
☐ Ready pada jam-kerja
☐ Punya waktu lebih? Perbaiki skill atau bantu rekan lain mengatasi masalah.
☐ Pahami kebiasaan dan perilaku orang lain.
☐ Tahu kapan saatnya log-off.
☐ Mengatasi rasa bosan.
☐ Gunakan waktu luang untuk belajar atau untuk menimati waktu pribadi
☐ Pisahkan tempat kerja dari tempat pribadi.
☐ Buat jadwal harian, tentukan hari ini menyelesaikan apa, dan tetapkan tugas untuk besok.
☐ Konfirmasi bahwa targetmu hari ini terselesaikan.
☐ Tutup pintu ketika bekerja. Fokus. Tunda komunikasi di luar pekerjaan.
☐ Peralatan mudah kamu jangkau.
☐ Tentukan, kapan kamu bisa dihubungi, kapan sedang otw atau istirahat. Gunakan status.
☐ Biarkan orang makan, liburan, dan menikmati waktu privat, tanpa gangguan.
☐ Dokumentasikan proses. simpan. pastikan bisa kamu akses dan share dengan cepat.
☐ Harus menyendiri sesaat? Buat izin, jangan lama-lama.
☐ Periksa, periksa-lagi, periksa ketiga kali, baru kirimkan.

Komunikasi

☐ Buat rutinitas dan komunikasi dengan rekan kerja, agar budaya perusahaan tetap terjaga.
☐ Pahami konteks orang lain dalam komunikasi.
☐ Bahas informasi sensitif di luar group
☐ Alat selalu menyamakan pemakai, menutupi maksud dan kondisi kemanusiaan seseorang.
☐ Bisukan mikropon ketika sekitarmu ramai dan kamu hanya perlu mendengarkan.
☐ Bayangkan selalu kamu sebagai pewawancara yang tidak banyak bertanya.
☐ Siapkan semua sebelum face to face.
☐ Komunikasi harus lancar selalu.
☐ Kalau mereka beda zona waktu, hargai waktu mereka.
☐ Kalau mereka tidak sedang online, hubungi atau kirim pesan langsung. setelah itu, buat reminder kalau mereka sudah online.
☐ Kalau tidak darurat, jangan kirim pesan di luar jam kerja.
☐ Berikan selalu jawaban yang jelas, walaupun agak panjang.
☐ Jangan meeting di jam makan siang, kecuali orang itu bukan rekan kerja.
☐ Gunakan “tim kita”, bukan “tim di cabang”.
☐ Singkirkan “orang lain” dari frame.
☐ Ada perbincangan serius, eksplorasi ide, bercanda, dan off-topic. Semua di ruang dan waktu yang berbeda.
☐ Ucapkan “terima kasih”, “maaf”, dan “tolong..” secara terbuka, jangan memakai emoticon, dan sampaikan pada konteks yang tepat.
☐ Jangan jalankan bot untuk auto-reply jika masih di jam kerja.
☐ Jika akan tidak bisa dihubungi, pastikan itu hanya sementara, dan jelaskan mengapa.

Tools

☐ Selalu punya paket data untuk internetan.
☐ Sebelum ada masalah teknis, pastikan piranti dan peralatan tidak bermasalah.
☐ Update aplikasi di luar jam-kerja. Cari selalu yang terbaik: cepat, aman, dan fungsional.
☐ Penyelesaian dari jauh, gunakan TeamViewer.
☐ Bagikan dan kerjakan-bersama dokumen dengan GoogleDocs atau OneDrive.
☐ Pakailah koneksi dewa untuk komunikasi berat seperti videoconference atau upload file besar.
☐ Gunakan dan pelajari Trello.
☐ Perangkat berpikir, metode, aplikasi

Day Milovich,,
Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Semarang. Founder SakJose.com

βœ‚ – – – – –

What do you think?

3215 points
Upvote Downvote