in

Daftar Pintasan Saya

Ketika berhadapan dengan rutinitas pekerjaan yang serupa dan berulang, saya bertanya, “Adakah pintasan yang lebih cepat dengan hasil lebih baik?”.

Ketika berhadapan dengan rutinitas pekerjaan yang serupa dan berulang, saya bertanya, “Adakah pintasan yang lebih cepat dengan hasil lebih baik?”.

Waktu kita sering habis, untuk pengulangan yang tidak asyik. Waktu kita sering habis untuk mengelola hampir apa saja.

Langkah saya sama: luangkan waktu untuk mencari pintasan. Kalau ada banyak iklan pengganggu, saya mencari aplikasi pemblokir iklan yang membuat gangguan pergi selamanya.

Saya punya daftar pintasan saya. Sebagian, bisa kamu baca di sini.

Kalau ada aplikasi premium berbayar, saya mencari versi premium tanpa-bayar, yang tidak minta update, tanpa register, dan semua fitur terbuka.

Kalau saya tidak mau menghafal klasifikasi file dan folder, dan tidak mau bawa media-simpan, saya akan memilih save file di Cloud.

Waktu untuk install aplikasi offline, yang ribet itu, saya ganti dengan layanan online. Kalau harus menghafal password, lebih baik saya pakai password manager (pakai Google, bisa).

Hanya perlu ingat 1 password untuk pintu masuk ke 1001 password.

Daripada revisi dokumen dengan nama panjang, saya lebih suka pakai versi dan 2 kata singkat, misalnya: “opini angka kemiskinan 3.0”. Semakin tinggi angka, berarti semakin baru. Langsung ketahuan tanpa perlu baca “date modified”.

Daripada waktu saya habis mengurus kapasitas, saya pilih beli space di Cloud untuk simpan apa saja.

Simpan daftar kontak untuk keperluan tertentu, di file vcf. Saya punya daftar nomor telepon berisi perwakilan masing-masing desa di suatu kabupaten, yang sudah jarang saya pakai, kemudian saya export menjadi file. Nama mereka terhapus dari ponsel, namun saya punya file yang bisa saya import setiap saat, untuk kepentingan tertentu.

Lebih baik membeli smartwatch dengan banyak fungsi, daripada membeli 1 jam mewah yang hanya berfungsi untuk menunjukkan jam dan tanggal.

Saya lebih suka membuat template, yang bisa mempersingkat pekerjaan saya, daripada selalu menghadapi setiap pekerjaan dari nol.

Saya tidak mau menjelaskan sesuatu berulang-ulang, sehingga jika ada gagasan, saya tuliskan itu, dalam bentuk aforisma. Ada pertanyaan? Saya cari di daftar, saya bagikan.

Saya sangat suka browsing, membuat highlight di bacaan, namun saya berpikir bagaimana agar semua link terbaik dapat saya simpan dengan klasifikasi khusus, bisa saya akses kapan saja, dan halamannya tetap ada di internet meskipun situs itu sudah hilang. Saya memakai Raindrop dan Archive untuk melakukan itu.

Saya memilih meluangkan waktu 3 jam seminggu, untuk download buku-buku terbaru dan saya save jadi satu di Cloud, yang bisa saya baca kapan saja dari Android. Dengan cara ini, saya punya koleksi ribuan buku online.

Saya lebih percaya memakai SCite daripada browsing berputar-putar di Google Scholar.

Saya lebih suka coding 2 jam untuk membuat script yang bisa mengotomatiskan pekerjaan saya, di hari depan.

Setelah membaca buku _100 Hal tentang Manusia yang Harus Diketahui Setiap Desainer_, saya meringkasnya lagi menjadi daftar periksa, untuk menilai hasil desain saya sebelum dilihat publik.

Ketika saya mengerjakan sesuatu yang belum ada di buku, saya membuat panduan untuk diri-sendiri, yang tidak bisa ditemukan di buku manapun.

Facebook tidak terlalu berpengaruh untuk pekerjaan saya. Terlalu banyak “permainan” tersembunyi di sana. Menghabiskan waktu dan energi. Saya memilih mengurangi jumlah teman, hanya yang mau saya baca kalau mereka chat. Sekitar 350 orang saja. Kemudian, saya menghapus seluruh status saya di Facebook. Dan hidup saya baik-baik saja.

Saya tidak perlu share apa yang saya punya, jika tidak ada feedback dan manfaat yang saya dapatkan.

Berhenti menyelesaikan mimpi orang lain. Jika mereka chat yang tidak penting, abaikan.

Saya memiliki daftar panjang yang terus berubah, agar pekerjaan saya semakin baik dan cepat. Banyak hal bisa kita delegasikan dan itu sangat mengurangi waktu-kerja saya. Semua itu, ketika saya melakukannya, memang memakan waktu.

Seperti aset yang bisa bekerja ketika saya tidur, memikirkan apa yang akan saya delegasikan dalam pekerjaan, membuat waktu luang saya lebih banyak.

Buatlah keputusan yang akan berakibat baik pada keputusan-keputusan kecil yang menghabiskan waktu kamu. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Menjawab Komentar

Mereka Senang di “Ruang Gema”