in

Merancang Aplikasi Cuaca

Aplikasi cuaca sering meleset, sering hanya menampilkan “angka” dan “prediksi kuantitatif”. Bagaimana jika..

Aktifkan lokasi. Kami akan tampilkan cuaca di tempatmu. Ada before dan after. Kemarin begitu, sekarang begini. Semuanya prediksi. Satelit cuaca mandiri yang tersebar di lokasi kamu sekarang, akan menyajikan data yang relevan.

Aplikasi informasi cuaca, sangat penting, terutama bagi penjelajah, pekerja di jalan, dan mereka yang menjalani rutinitas ngantor setiap hari, pulang-pergi dari/ke rumah/kantor.

Sayang sekali, banyak aplikasi cuaca yang “buruk”, dengan prediksi yang tidak tepat. Meminta pemakai untuk mengetikkan “nama kota”, namun pemakai sedang berada di lokasi yang belum masuk peta.

Andai saja ada opsi penamaan lokasi-baru, tentu berbeda cerita. Artinya, kamu bisa memasukkan nama lokasi baru (bukan hanya memilih apa yang sudah ada), seperti “Save Location” di Google Maps.

Mesin cuaca yang dipakai aplikasi cuaca, sering buruk (hasil prediksinya). Mereka bisa menampilkan “arah angin” yang sekarang di lokasi saya, dan sering saya uji langsung dengan menyalakan korek api (angin sedang ke mana), namun tidak cocok.

Kebanyakan aplikasi cuaca tidak memberikan saran deskriptif yang manusiawi. Hanya menampilkan angka, dengan peristilahan “metereologi dan geofisika” yang tidak mudah dipahami.

Setidaknya, berikan saran yang “actionable“, misalnya, ketika cuaca menunjukkan suhu 19 derajat celcius dengan humidity 80%, tidak ada salahnya aplikasi ini menyarankan: “Jika kamu mau berangkat ke kota dan di luar rumah sebaiknya bawa jaket tebal dan mantel hujan, karena cuaca dingin dan diprediksi akan hujan 2 jam lagi.”. Meskipun belum tentu tepat, setidaknya orang bisa sedia payung sebelum hujan.

Atau fitur send quote yang berkaitan dengan puisi atau lirik lagu bernuansa hujan. Atau berbagi foto hujan — jangan terlalu mengandalkan status WhatsApp dan story Instagram.

Termasuk emergency ke pihak terkait, kalau ada cuaca ekstrem. Sekarang bayangkan, kita dikasih info, “Waspada, 3 hari lagi cuaca ekstrim kami prediksi akan terjadi di kota kamu..”. Kita diberi nasehat untuk waspada, jaga diri, dst. Terus, siapa yang punya inisiatif menjadi penghubung ketika cuaca ekstrem terjadi? Kalau misalnya ada fitur “Hubungi SAR” atau kantor polisi terdekat. Keren sekali, kan?

Lebih bagus lagi kalau aplikasi cuaca tidak sekadar aplikasi yang menampilkan angka dan air. Ini bisa menjadi “media sosial” yang menawarkan payung yang bisa dipakai bersama, atau sajian kuliner yang cocok dengan cuaca.

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Saya Punya Tanda Baca dan Sistem Penulisan Sendiri

Belajar Bicara