in

Menjual dengan Kebenaran dan Harapan

Bagaimana membangun kesadaran, bahwa kita sedang bicara tentang “harapan”.

Ini adalah kebenaran. Ini adalah harapan bagi kita semua.

Kandidat, pemasar, pegawai asuransi, sering memainkan kedua kata itu. “Kebenaran” dan “harapan”.

Mereka seperti menawarkan “kebenaran”, tentang keunggulan, data valid, hasil survei, dll. Mengharap pembeli atau pelanggan menerima “kebenaran”, sering tidak berhasil.

Mau lebih realistis? Bangun kesadaran (consciousness) bahwa kita sedang bicara tentang “harapan” (hope).

Berita buruknya, kita membangun “harapan” selalu berdasarkan masa lalu.

Kalau diringkas, menjadi begini: “Lihatlah masa depan yang kita inginkan bersama. Sekarang, ini masalah kita. Nanti kita ke sana, memakai jembatan bernama X.”. Harapan itu bernama X, yang sama-sama belum jelas.

TIdak sepenuhnya spekulatif. “Harapan” lebih sering didasarkan pada “masa lalu”, maka kita perlu membangun seuatu yang bagus di masa lalu.

Itulah pentingnya “track record“. Semua orang ingin melihat apa yang sudah kamu lakukan. Kegagalan, keberhasilan, bagaimana kamu sudah berbeda, dan sedang membuat perbedaan.

Sejak sekarang, bangun reputasi itu, agar ketika melihat masa lalu (besok, yang “sekarang” akan menjadi “masa lalu”) mereka tahu, harapan kamu akan terjadi. Dan mereka mengikuti kamu.

Orang tidak pernah bertemu kamu, namun mereka bisa bekerja dengan kamu. Ini adalah dunia terhubung, di mana reputasi bisa terlihat, sekalipun tanpa pernah bertemu. Terus berkarya, memperbaiki pekerjaan. Orang akan melihat “harapan” mereka sendiri, yang bisa mereka kerjakan dengan kamu. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Standar Internal, Tekanan Eksternal

Melampaui Mimpi dan Harapan