menuju rumah

“langit menggalang bintang, membacakan nasib. rahasia. sepasang mata bugil, tempatku bercermin. mengusung tubuh mengigil. sesat dalam khidmat. sesak marah kemauan, meneguk airmata sepanjang bibir. pacuan sekawanan kuda di jantungku, menuju kuilmu. keluar aku, berkali-kali, menjadi lelaki. kembali, terlahir kembali, bergenang darah sendiri.” [day.milovich,, 030513]