in

nafas musim

kamu menari sedang aku terhimpit rapat batu. hanya sepasang mata liar, di mana cahaya bulan berlari, memanggilku. dalam cinta, aku kehilangan pintu dan bahasa. seperti biasa, kau berlari dalam mimpiku. melambai. gemulai. sudah lama kurindukan laut dan nafas musim yang tertahan di dadamu. aku menjadi buih laut. ucapan yang hanya berarti bagi pendengaranmu. adakah musim panas di angkasa? adakah tawamu di surga? adakah cinta penuh darah dan seteru kau-aku? adakah suara yang tak pernah bisa membuatku marah? adakah tarianmu yang menyimpan tuah tanah jawa ini? maka hiduplah lebih lama, cinta. biarkan kebencian mati kelelahan. sebab bisikanku, hanya untukmu. aku cinta yang tersembunyi, lebih halus dari bisik setan. aku peruntuh dinding penjaramu. aku bunga kubur dari airmata langit. tempat leluhur mengirimkan pesan: jagalah cintaku. untukmu, cinta. aku akan lebih kuat dari sakit apapun. [dm, 130820]

Orang-orang Rindu Bercinta di Kedalaman

larung