in

9 Langkah Memeriksa Gagasan agar Menjadi Lebih Bagus

Gagasanmu bagus kalau mau kamu periksa lagi.

Ide saya nggak bagus. Bagaimana caranya agar menjadi bagus? Jawabannya begini..
Jika pernah mengalami masalah di atas, coba periksa dengan beberapa pertanyaan berikut:

Ke mana idemu mengarah?

Buat batasan. Ide ini mengarahnya ke mana. “Mempengaruhi” orang yang memakainya, “mengubah” mereka, atau “memperkaya” mereka? Tentukan, mana di antara ketiganya itu, yang akan kamu jalankan.

Apa asumsi yang membentuk idemu?

Periksa lagi, mungkin asumsi itu salah. Cara memeriksanya, dengan membebaskan idemu dari “logical fallcies” (kesalahan dalam berlogika).

Bagaimana idemu bernilai bagi orang lain?

Pahami apa yang bernilai bagi orang lain. Nilai berarti kebergunaan, fungsi, penghargaan,

Apakah idemu tak-terduga?

Jangan merasa mendapatkan hal-hal original ketika suatu gagasan datang.

Tidak ada ide original.

Ide selalu merupakan bentukan, atau bentukan-ulang dari ide sebelumnya. Ide bagus, berasal dari tengah kerumunan, mengejutkan orang, dan berani melawan pandangan-lama.

Tujuanmu bukanlah mendapatkan ide original, tetapi ide yang kuat dan dapat dijalankan.

Bagaimana jadinya jika idemu disederhanakan?

Coba sederhanakan. Bisakah dijelaskan kepada orang biasa? Coba bongkar dan sederhanakan, jangan membuatnya semakin rumit. Pertanyaan untuk diri-sendiri: “Bisakah kamu menjelaskan gagasan ini, secara singkat, kepada orang yang belum mengerti? Bisakah orang itu menjelaskannya kepada orang lain?”.

Idemu memecahkan masalah apa?

Tunjukkan kepada orang lain, apa masalah mereka, sebelum kamu memecahkan masalahnya. Setiap “start-up” dan “inovasi” pada dasarnya menyelesaikan 1 masalah, walaupun kemudian berkembang fungsinya.

Miliki “critical mass” (massa kritis).

Ini yang sering dilupakan. Punya ide bagus, code keren, tetapi nggak ada orang yang mencoba #sebelum di-launching untuk publik. Akhirnya, ketika publik menerima, mereka komplain dan kecewa.

“Critical mass” itu sekumpulan-orang pertama yang mempertanyakan dan mencoba idemu. Mereka yang merasakan gagasanmu sebelum versi beta, marah dan mengejekmu, namun sebenarnya memberikan masukan. Merekalah kelak yang akan memakai gagasanmu. Mereka yang sebenarnya paling berperan memperbaiki idemu. Semua ide itu dibentuk, bukan jatuh dari langit. Jika tidak ada “critical mass” (massa kritis), cobakan ke diri-sendiri.

Orang tidak akan mau mengikuti idemu jika tidak terjadi padamu lebih dahulu.

Apakah ide ini bisa diskala?

Disebut bagus kalau applicable, inklusif, dan berlaku bagi sebagian besar kelompok manusia. Dan tidak harus merombak-total ide-lain. Itu sebabnya, merombak sistem seakar-akarnya, hampir tidak mungkin berhasil.

Apakah waktunya tepat?

Mungkin idemu memang sudah usang, nggak cocok dengan masa sekarang. Sebaliknya, bukan berarti idemu melampaui zamannya. Banyak penemu yang diprediksi akan gagal, namun mereka menemukan.

Kalau kamu pernah mengatakan A pada 10 tahun yang lalu, kemudian baru terjadi sekarang, bukan berarti gagasanmu melampaui zaman. Kamu hanya tidak bisa menyelesaikan idemu. [dm]

What do you think?